Pihak klub yakin film dokumenter tersebut menampilkan gambar-gambar dengan subtitel yang mendistorsi realitas dan sangat merusak citra klub dan para penggemarnya, dan mereka ingin menyelesaikan masalah ini sampai tuntas.
Dilaporkan marca.com Selasa (30/9/2025) hari ini, Valencia telah mengajukan gugatan potensial kepada pengacaranya terhadap platform streaming film dokumenter di Netflix dan perusahaan produksi Brasil yang memproduksinya Conspiraçao Films setelah sebelumnya sudah meminta pembatalan gugatan secara publik sebagai langkah awal tekanan namun permintaan mereka diabaikan hingga klub memutuskan untuk mengajukan gugatan ke pengadilan.
Dalam gugatannya, Valencia meminta pemulihan hak kehormatan dan menuntut penghapusan gambar-gambar yang diberi subtitel dari film dokumenter tersebut, yang mengklaim para penggemar stadion meneriakkan "monyet, monyet" kepada Vinicus, bukan kata "idiot, tolol."
Lebih lanjut dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan, klub tersebut meminta agar putusan pengadilan yang menyusul putusan hakim atas kasus tersebut dimasukkan ke dalam film documenter serta kompensasi finansial.
Valencia yakin telah bertindak cepat dan efisien dalam menemukan individu yang melakukan penghinaan rasial terhadap pemain Real Madrid tersebut, yang telah dihukum oleh pengadilan Valencia. Manajemen klub telah menempuh segala cara sebelum mengajukan gugatan yang saat ini sedang diproses di pengadilan dan akan melanjutkan proses hukumnya.
Valencia bukan satu-satunya yang menyerukan perbaikan film dokumenter tersebut. Serikat mayoritas Kepolisian Nasional, mengeluarkan pernyataan yang menyatakan penolakan tegas terhadap sindiran rasisme yang dilontarkan dalam film dokumenter Netflix yang baru-baru ini dirilis tentang pemain Real Madrid, Vinicius Jr., yang mempertanyakan profesionalisme dan netralitas petugas Kepolisian Nasional.
Editor: Aspian Nur