Pengumuman pengunduran dirinya awal pekan ini telah memicu gelombang reaksi di seluruh dunia, terutama karena unggahannya di media sosial, dimana ia membagikan video emosional yang mengakhiri kariernya yang ditandai dengan kesuksesan dan cedera.
Kabar tersebut yang sudah berhembus sejak pekan lalu, dipastikan setelah sang pemain sendiri menyampaikan keputusannya dengan menerima ucapan perpisahan dari mantan rekan setim dan rival melalui akun Instagram resminya Selasa (16/9/2025) hari ini.
Pekan lalu, kamera menangkap Umtiti meninggalkan pusat latihan Olympique Lyonnais, klub tempat ia berlatih sejak 2009 sebelum pindah ke Barcelona pada 2016 dengan harga 25 juta Euro dan bermain bersama mega bintang Lionel Messi. Foto-foto ini memicu rumor tentang kemungkinan kembalinya Umtiti ke klub Perancis tersebut.
Dalam video, mantan bek tengah tersebut mengenang satu momen terpenting dalam kariernya: Piala Dunia 2018 di Rusia. "Bagaimana mungkin saya tidak menyebut tim nasional Perancis dan Piala Dunia itu? Sebuah momen kebersamaan yang tak terlupakan dan pengalaman manusia yang unik. Musim panas itu, saya menemukan kembali sensasi yang hampir terlupakan dan tak terjelaskan . Kenikmatan bermain sepak bola, seperti saat saya masih kecil," ungkapnya dalam cuplikan video.
Memenangkan gelar bersama Les Bleus menandai titik balik kariernya, karena sejak saat itu, masalah fisik mulai memengaruhi performanya. Cedera lutut menjadi hal yang tak terpisahkan bagi Umtiti setelah Piala Dunia, yang membuatnya absen selama 512 hari sebelum meninggalkan Barcelona pada tahun 2022 untuk memulai babak baru di Italia.
Keikutsertaannya di Lecce memungkinkannya bermain dalam 25 pertandingan pada musim 2022-23, sebuah angka yang belum pernah ia capai sejak turnamen dimana ia dinobatkan sebagai juara dunia bersama Raphael Varane, yang juga terpaksa pensiun dini karena masalah fisik.
Dalam sebuah wawancara dengan Canal + France pada tahun 2019, bek tengah tersebut mengungkapkannya. “ Saya memaksakan lutut saya di Piala Dunia dan saya tidak menyesalinya. Sekarang saya adalah juara dunia,” jelasnya.
Kembalinya ia ke Ligue 1 terjadi pada tahun 2023 , ketika ia bergabung dengan Lille . Namun, kendala fisik terus berlanjut dan hanya mampu bermain dalam 13 pertandingan, yang terakhir terjadi pada 21 Juni 2024, di Coupe de France. " Saya mencoba segalanya di Lille untuk kembali. Hanya sedikit orang yang tahu usaha yang saya lakukan, tetapi tubuh saya tidak menderita. Dan saya hanya bisa berterima kasih kepada klub atas dukungannya ," ujar Umtiti.
Berasal dari Yaoundé, ibu kota Kamerun, seluruh keluarganya pindah ke Prancis saat berusia dua tahun. Disana ia tumbuh besar, belajar, berteman dan bermain sepak bola. Ia mewakili Perancis di setiap level pemain muda, dan akhirnya memenangkan final Piala Dunia U-20 2013 melawan Uruguay.
Namun, waktunya di tim muda tidak menjamin tempatnya di tim senior, yang dipenuhi bintang-bintang dari klub-klub terkuat di Eropa. Sekadar memberi gambaran tentang kekuatan Perancis: untuk Piala Dunia 2018, Didier Deschamps mencoret dari 23 pemain kelas berat seperti Benzema, Rabiot, Lacazette, Martial, Coman, dan Payet.
Setelah kesuksesannya di Piala Dunia, karier Umtiti terhambat oleh serangkaian cedera yang secara drastis mengubah performa dan ketersediaannya. Sejak awal 2018 , ketika ia mengalami cedera lutut sebelum Piala Dunia, sang bek memilih untuk menunda operasi agar dapat bermain di Rusia. Keputusan ini meskipun memungkinkannya menjadi juara dunia, memiliki konsekuensi jangka panjang.
Selama tujuh tahun berikutnya, ia mengalami 18 cedera yang membuatnya tidak dapat bermain di lapangan dan membuatnya absen dalam 170 pertandingan, baik di level klub maupun timnas.
Butuh 451 hari istirahat dari lapangan agar ia pensiun lebih cepat dari yang diperkirakan. " Hari ini, saya bangga dengan jalan yang telah saya tempuh, merasa damai dengan karier saya. Saya memberikan segalanya sambil tetap menghormati nilai-nilai saya dan saya harap inilah citra yang orang-orang ambil dari saya," ucap Umtiti.
Editor: Aspian Nur