Dalam catatan Opta, ini adalah kali pertama dalam sejarah Der Panzer mengalami kekalahan dilaga tandang setelah sebelumnya dari total 52 laga tandang Kualifikasi Piala Dunia, Der Panzer meraih 41 kemenangan, 10 imbang, dan 1 kali kalah.
Kekalahan ini sekaligus jadi yang ketiga alias hattrick untuk anak asuh Julian Nagelsmann setelah sebelumnya ditekuk Portugal dan Prancis.
"Kami tidak menunjukkan emosi apa pun dalam pertandingan hari ini. Dari segi emosi, lawan jauh lebih unggul. Kami ingin lolos ke Piala Dunia tetapi kami jauh dari target itu," tegas Nagelmann usai laga.
"Saya ingin melihat emosi dari pemain. Kami memilih pemain-pemain terbaik di Jerman, tetapi mungkin kami harus mengurangi prioritas pada kualitas dan lebih mengutamakan pemain yang akan memberikan segalanya," kata Nagelsmann lagi melansir dari laman dailymail.co.uk.
Sementara legenda Jerman dan mantan gelandang Manchester United serta Bayern Munich Bastian Schweinsteiger, melontarkan kritik tajam atas kekalahan Jerman ini.
Jerman memiliki 14 tembakan dalam pertandingan ini tetapi hanya tiga yang tepat sasaran, karena mereka gagal menembus pertahanan Slovakia yang tangguh.
Schweinsteiger yang bermain 121 kali untuk negaranya - terbanyak keenam sepanjang sejarah - tidak menahan diri dalam analisanya tentang pertandingan tersebut.
“Maaf, tapi sepanjang pertandingan saya sama sekali tidak percaya kita akan menang,” kata Schweinsteiger. "Tidak ada yang terjadi. Ini adalah pukulan berat. Mereka benar-benar buruk, tidak melakukan umpan yang baik, tidak menimbulkan ancaman apa pun. Kalau ingin menang mereka harus menunjukkan ketahanan,” tegasnya.
"Saya harus berpikir, kapan terakhir kali saya melihat suporter Jerman mencemooh dan mengusir pemain mereka sendiri? Itu sangat menyakitkan hati saya. Anda seharusnya senang jika lolos ke Piala Dunia tapi tidak kalau bermain seperti hari ini,” ucap Schweni.
Pertandingan ini mungkin menimbulkan kekhawatiran bagi suporter Newcastle United dan Liverpool yang melihat Florian Wirtz dan Nick Woltemade hampir tidak terlihat di area serangan. “Lihat Milan Skriniar, bek belakang Slovakia. Tidak ada dari kita yang bisa menandinginya,” tegasnya.
Bek Jerman Jonathan Tah mengatakan tentang penampilan timnya. “Secara keseluruhan, kami memiliki sedikit kendali dan pantas kalah. Itu tidak bisa dibantah. Itu adalah pertandingan yang sangat lemah dari kami,” ungkapnya.
Pertandingan berikutnya Jerman adalah melawan Irlandia Utara yang dilaga lain mengalahkan Luxembourg 3-1. Sementara dari Grup E, Spanyol berhasil melumat Bulgaria 3-0 di Sofia. Tiga gol Spanyol dicetak Mikel Oyarzabal, Marc Cucurella dan Mikel Merino. Tiga gol itu tercipta hanya dalam 38 menit babak pertama.
Sementara timnas Belgia pesta gol di markas Liechtenstein dengan mencetak enam gol tanpa balas. Maxim De Cuyper, Youri Tielemans (2 gol), Arthur Theate, Kevin De Bruyne dan Malick Fofana menjadi pencetak gol Belgia. Sedangkan laga Belanda vs Polandia yang memperebutkan posisi puncak klasemen Grup G di Stadion De Kuip, Rotterdam, berakhir imbang 1-1.
Editor: Aspian Nur