Insiden terjadi pada menit ke-39, ketika Muriqi, penyerang tim Balearik itu, berusaha menendang bola namun kaki naik setinggi wajah García dan menghantamnya dengan kekuatan yang berlebihan ke wajah sang kiper.
Insiden itu awalnya diakhiri wasit internasional Andalusia José Luis Munuera Montero dengan kartu kuning. Namun, setelah intervensi oleh wasit VAR yaitu Jorge Figueroa Vázquez, Monter meninjau insiden tersebut dimonitor dan mengubah keputusannya, memberikan kartu merah langsung kepada Muriqi, striker timnas Kosovo tersebut.
Menurut laporan wasit, pengusiran itu disebabkan oleh fakta Muriqi mengangkat kakinya setinggi wajah kiper dan menghantamnya dengan menggunakan kekuatan yang berlebihan.
"Itu mengenai wajah saya. Saya belum melihatnya terulang, tetapi memang mengenai wajah saya. Saya tidak tahu bagian tubuh saya yang mana yang terkena tendangannya. Jika VAR mengatakan itu kartu merah, saya rasa memang begitu. Sekarang saya akan mengompresnya dengan es," kata Garcia melansir dari situs web Tribuna.
Menurut Kode Disiplin RFEF , tindakan Muriqi dapat mengakibatkan larangan bertanding antara satu hingga tiga laga sesuai dengan Pasal 130, yang mengatur kekerasan dalam pertandingan.
Pasal tersebut menetapkan "jika tindakan tersebut terjadi dengan cara yang kasar selama pertandingan atau sebagai akibat langsung dari insiden apa pun dalam pertandingan, dengan ketentuan tindakan tersebut menimbulkan risiko, tetapi tidak mengakibatkan konsekuensi yang merugikan, tindakan tersebut akan dihukum dengan larangan bertanding antara satu hingga tiga pertandingan atau hingga satu bulan.
Mengingat tidak ada cedera serius yang terjadi dan ini adalah pengusiran pertama sang penyerang, Komite Disiplin diperkirakan akan memilih larangan bertanding minimal satu pertandingan yang membuat Muriqi harus absen dalam pertandingan berikutnya melawan Celta de Vigo di Balaídos pekan depan.
Joan García sendiri sebelumnya juga mengalami cedera fisik saat pemanasan pra-pertandingan, ketika jari kelingking kirinya terkilir. Tindakan cepat Dr. Ricard Pruna, yang memposisikan ulang jari tersebut dan memasang perban, memungkinkan sang kiper untuk bermain penuh dan mencatatkan clean sheet.
Pertandingan antara Mallorca kontra Barcelona diwarnai oleh keputusan wasit penting lainnya. Enam menit sebelum Muriqi diusir keluar lapangan, Morlanes menerima kartu kuning kedua dan kemudian diusir keluar lapangan.
Kartu kuning pertama diberikan pada menit ke-24, setelah ia memprotes permainan yang berkaitan dengan gol kedua Barcelona dimana wasit tidak menghentikan pertandingan meskipun kapten Mallorca Raíllo terjatuh yang berbuah gol kedua untuk Barca.
Menurut laporan pertandingan, kartu kuning tersebut diberikan karena sang pemain membuat "ernyataan teknis sebagai tanda ketidaksetujuan dengan keputusan wasit.
Kartu kuning kedua menit ke-33, diberikan karena tekel dari belakang terhadap Lamine Yamal yang menghentikan serangan yang menjanjikan.
Terkait kontroversi seputar gol kedua Barcelona, Joan García mengomentari keputusan Ferran Torres untuk tetap melanjutkan permainan meski lawan terjatuh:
"Wasitlah yang harus meniup peluitnya, dan sampai ia meniup peluitnya, kami harus terus bermain," tegas Garcia yang akan kembali tampil akhir pekan nanti saat Barca melawat ke markas Levante di Estadio Ciudad de Valencia.
Editor: Aspian Nur