Fornals, mantan pemain West Ham United di Liga Inggris, terlihat memukul Perrone pemain yang dipanggil Lionel Scaloni untuk masuk dalam skuat timnas Argentina, yang kemudian mencoba menyerang Perrone.
Konfrontasi berujung pada pengusiran Perrone juga pemain Betis Héctor Bellerín yang jadi mengesampingkan tujuan mempersiapkan kedua tim untuk musim 2025/2026.
Ketegangan memuncak di penghujung babak pertama saat Como, klub Serie A Italia yang ditangani pelatih Cesc Fabregas unggul 2-0.
Semua bermula setelah pelanggaran berbahaya di dekat wajah bek Como Edoardo Goldaniga yang memicu konfrontasi langsung antara Fornals dan Perrone. Fornals, pemain Spanyol itu menampar Perrone yang dibalas dengan pukulan.
Situasi memanas dengan cepat, dengan pemain lain seperti Juan Camilo Cucho Hernández, Natan dan Bellerín turun tangan, mencoba melerai kedua pemain yang bersitegang dengan saling dorong dan pukul.
Setelah beberapa menit kebingungan dan desak-desakan, wasit memutuskan untuk mengusir Perrone dan Bellerín, sementara Fornals tidak menerima hukuman apa pun saat itu. Suasana di lapangan tetap tegang dan merembet ke terowongan ruang ganti, tempat perdebatan dan adu argumen antara kedua tim terus berlanjut.
Pertandingan tersebut yang jauh dari sekadar uji coba pramusim diwarnai serangkaian insiden sejak menit awal. Baru 33 detik pertandingan berjalan, kiper Betis Pau López melanggar penyerang Como Assane Diao yang berbuah penalti. Ironisnya, onsiden tersebut menyebabkan cedera serius pada Pau Lopez yang harus meninggalkan lapangan dengan memar di kepalanya.
Álvaro Vallés masuk menggantikannya dan, meskipun ia berhasil menyelamatkan penalti, bola muntah justru menguntungkan Como yang membuka skor setelah empat menit. Gol kedua tim Italia itu tercipta pada menit ke-38, dicetak oleh Cunha yang memperkokoh keunggulan mereka sebelum turun minum.
Babak pertama diwarnai tekel keras dan gesekan terus-menerus antarpemain. Dua pemain Como melakukan pelanggaran serius terhadap Giovani Lo Celso dan Isco Alarcón , yang meningkatkan tensi pertandingan.
Isco mencari pertolongan medis untuk rekan setimnya yang cedera, sementara di area teknis Cesc Fábregas terlibat adu mulut dengan Riquelme dan pemain Betis lainnya. Wasit terpaksa mengeluarkan beberapa kartu untuk mengendalikan situasi.
Beberapa pesepakbola ternama Argentina dan Spanyol turut serta dalam pertandingan tersebut. Betis diperkuat oleh Lo Celso, Valentín Gómez dan Ezequiel Chimy Ávila , sementara Como diperkuat oleh Nico Paz.
Alih-alih meredakan suasana, laga pramusim ini justru meningkatkan persaingan keras menjurus kasar. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman seperti Isco Alarcón, Cesc Fábregas dan Héctor Bellerín tidak mencegah pertandingan menjadi tak terkendali di beberapa titik, meninggalkan atmosfer yang bergejolak, jauh dari semangat persahabatan yang diharapkan.
Bentrokan antara Como dan Real Betis menjadi contoh bagaimana pertandingan persahabatan bisa berubah menjadi duel menegangkan, penuh insiden dan kartu merah, meninggalkan kesan mendalam di pramusim kedua tim. Setelah perkelahian tersebut, tim Italia akhirnya menang 3-2, dengan gol dari Iván Azón pada menit ke-92. Dua gol tuan rumah dicetak Isco diakhir babak pertama dan Junior Firpo menit ke-55.
Editor: Aspian Nur