Mantan kapten klub Liga Inggris Tottenham Hotspur itu dikontrak dua tahun dan memiliki opsi perpanjangan dua tahun. Pemain berusia 33 tahun itu sudah hadir dalam kemenangan LAFC 2-1 atas tim Meksiko Tigres UANL dalam ajang Leagues Cup dua hari lalu.
Biaya yang dibayarkan kepada Spurs untuk pemain Korea Selatan ini melampaui rekor MLS sebelumnya sebesar £16,5 Juta, setara dengan Rp350 Miliar, yang dibayarkan oleh Atlanta United untuk merekrut Emmanuel Latte Lath dari Middlesbrough pada Februari 2025 lalu.
“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. LA - kota yang luar biasa,” kata Son yang meninggalkan Tottenham setelah 10 tahun bersama klub dari Kota London itu.
"Jujur saja, ini bukan pilihan pertama saya. Tapi panggilan pertama saya dengan co-president LAFC John Thorrington setelah musim saya berakhir mengubah pikiran, hati dan otak saya,” ungkapnya melansir dari laman bbc.com Kamis (7/8/2025) hari ini.
“Dia menunjukkan kepada saya tujuan dimana saya seharusnya berada. Sekarang saya di sini, saya lebih dari bahagia, saya sangat bersemangat,” tegasnya.
Son bergabung dengan tim LAFC yang saat ini berada di peringkat keenam di Konferensi Barat dan bersatu kembali dengan mantan rekan setimnya di Tottenham, Hugo Lloris.
Dia membuat penampilan terakhirnya untuk Tottenham dalam pertandingan persahabatan pra-musim 1-1 melawan Newcastle di Seoul, Korea Selatan pekan lalu yang sekaligus jadi momen perpisahan dirinya.
Setelah tiba dari Bayer Leverkusen pada tahun 2015, Sonny mencetak 173 gol dalam 454 penampilan untuk Spurs. Dia menjadi kapten saat Tottenham mengalahkan Manchester United di final Liga Europa pada bulan Mei untuk meraih trofi pertama mereka dalam 17 tahun terakhir.
Sebelum resmi bergabung dengan LAFC, Tottenham Hotspur masih sempat membagikan video sang pemain yang mengucapkan selamat tinggal di media sosial dengan caption ‘Dear Spurs fans... Sonny's letter to you’, disertai dengan musik yang sedih.
“Dear Spurs fans, kalian selalu ada dalam foto-foto saya. Setiap kali saya merayakan, saya membuat kenangan tentang kalian. Ini adalah momen kita. Saya membuat bingkai, jadi saya tidak lupa,” ucap Sonny dalam video itu.
Ini merujuk pada perayaan gol khas Son, di mana ia berpura-pura mengambil foto. Perayaan ini sudah sering dilihat oleh pendukung Tottenham.
“Kalian menyambutku ke London Utara, kalian melihatku tumbuh. Momen indah; Sepatu Emas, Penghargaan Puskas, kalian ada di sana. Saat aku menderita, kalian tetap di sana. Kalian tetap bersamaku dan aku tetap bersamamu,” katanya lagi.
"Sonny adalah salah satu pemain terhebat yang pernah mengenakan seragam Lilywhite yang terkenal dan dia sangat menyenangkan untuk ditonton selama satu dekade terakhir,” kata bos Tottenham Daniel Levy.
"Tidak hanya dia seorang pesepakbola yang sangat berbakat, tetapi dia juga seorang manusia luar biasa yang telah menyentuh hati dan menginspirasi banyak orang di seluruh klub dan di seluruh dunia. Sonny telah memberikan begitu banyak hal kepada klub ini, baik di dalam maupun di luar lapangan, dan untuk itu kami sangat berterima kasih. Kami mendoakan yang terbaik untuknya di masa depan, dan dia akan selalu diterima kembali di klub sebagai anggota keluarga Spurs yang dicintai dan disayangi," paparnya.
Editor: Aspian Nur