Dengan peran vital yang dimainkan Son selama ini, Frank menyadari pentingnya menemukan sosok pengganti yang sepadan demi menjaga kekuatan tim di musim mendatang.“Ketika seorang pemain meninggalkan tim, pemain lain memiliki kesempatan untuk bersinar. Brennan Johnson telah bermain di sisi kiri, Wilson Odobert tampil baik di sana melawan Arsenal (pada laga uji coba), Mathys Tel juga bisa,” ungkapnya dilansir dari Antaranews, Minggu (3/8/2025).
Pemain yang bergabung dengan Tottenham Hotspur dari Bayer Leverkusen Agustus 2015 silam, dikabarkan memilih untuk meninggalkan klub usai mempersembahkan gelar juara.
Musim lalu, pemain asal Korea Selatan itu sukses memimpin The Lilywhites menjuarai Liga Europa, pencapaian yang mengakhiri penantian panjang klub asal London tersebut.
Pelatih Thomas Frank mengakui bahwa keputusan Son untuk pergi bukanlah hal mudah, mengingat statusnya sebagai salah satu ikon dan pemain paling berpengaruh dalam sejarah Tottenham.
“Bagi saya secara pribadi, saya akan sangat senang bekerja dengan orang dan pemain yang fantastis ini. Dia adalah legenda sejati Spurs dalam segala aspek,” terangnya.
Diketahui, dalam kariernya di Liga Inggris dan berbagai turnamen lainnya, Son menjadi tumpuan serangan dengan koleksi 173 gol, 101 assist, dan satu trofi Liga Europa dari 454 pertandingan di semua kompetisi. (*)
Editor: Erwin