Mereka akan mengenakannya selama dua musim karena komitmen klub mengurangi limbah dan meringankan beban penggemar. Seragam kandang dan tandang keduanya memiliki desain motif macan tutul dan akan dipecah dan dibuat ulang menjadi produk baru, dalam solusi praktis untuk membantu mengatasi jutaan ton limbah tekstil yang dihasilkan oleh industri olahraga setiap tahun.
Klub yang menunjuk Robbie Savage sebagai manajer itu bekerja sama dengan badan amal Vegan Society untuk menciptakan seragam vegan bersertifikat penuh.
Namun terlepas dari reputasi mereka sebagai klub paling berkelanjutan di negara itu, para penggemar dengan cepat mengecam seragam baru Frest Green Rovers.
"Wah, ini benar-benar menjijikkan," tulis salah satu penggemar. "Sungguh tidak menyangka bisa lebih buruk dari seragam kandang kami sebelumnya, tapi itu yang paling parah," tulis yang lain.
Para pendukung akan dipaksa membayar £50, setara dengan Rp1 Juta, untuk seragam tersebut yang disebut ketua klub Dale Vince sebagai jersey luar biasa.
“Kami ingin mendorong batasan dalam isu-isu keberlanjutan, termasuk dari bahan apa seragam kami dibuat karena bahan yang kami gunakan untuk membuat sesuatu sangatlah penting," kata Vince melansir dari laman dailymail.co.uk pagi ini.
"Dalam upaya menciptakan seragam sepak bola yang paling berkelanjutan, kami telah bereksperimen di musim-musim sebelumnya dengan bambu dan ampas kopi," ungkapnya.
"Musim ini seragam baru kami kembali mendorong Batasan, kami telah menciptakan seragam sepak bola vegan bersertifikat penuh pertama di dunia, dengan memastikan pewarna yang kami gunakan yang merupakan bahan yang sering diabaikan, berbahan dasar tumbuhan,” papar Vince.
"Kaos baru kami juga sepenuhnya dapat didaur ulang dan akan diubah kembali menjadi barang-barang di masa mendatang. Saya sangat senang memperkenalkan seragam baru kami yang berani dan cerah, terinspirasi oleh alam dan membantu alam - sungguh luar biasa," ucap Vince lagi.
Forest Green akan menghabiskan musim kedua berturut-turut mereka di divisi kelima, setelah gagal promosi kembali ke Liga Dua pada kesempatan pertama. Klub ini mencapai rekor tertinggi di Liga Satu pada tahun 2022 tetapi mengalami degradasi berturut-turut, mengakhiri tujuh tahun kiprah mereka di Liga Sepak Bola Inggris tahun lalu.
Forest Green menjadi klub vegan pertama di dunia pada tahun 2015 sejak dipimpin Vince, dibuktikan dengan tidak adanya daging merah dalam menu di stadion mereka The New Lawn sejak tahun 2011. Mereka juga jadi klub sepak bola netral karbon pertama di dunia.
Editor: Aspian Nur