AC Milan jadi pelabuhan berikutnya bagi kapten timnas Kroasia itu dan Modric sudah mengucapkan selamat tinggal kepada Real yang meski gagal melaju ke final dan mengangkat trofi namun kekecewaan itu tidak menghapus semua pencapaiannya selama ini.
Modric sudah mengirimkan pesan terima kasih terakhirnya kepada klub, Presiden Florentino Pérez dan seluruh penggemar di saluran resmi klub.
"Presiden (Florentino Perez) sangat penting bagi saya, pertama karena dia yang membawa saya kesini. Dia menunjukkan kasih sayang yang istimewa kepada saya, memperlakukan saya dengan sangat baik. Sekarang saya bisa mengatakannya dia memperlakukan saya dengan berbeda. Saya melihat itu dipertandingan terakhir saya, karena saya belum pernah melihat presiden menangis," ungkap Modric melansir dari Marca.com Jumat (11/7/2025) hari ini.
Para pemain dan anggota staf pelatih tim Paris juga ingin mengucapkan selamat tinggal kepada legenda Kroasia itu di luar stadion.
"Sulit untuk mengatakannya, tetapi ada perasaan campur aduk. Era yang tak terlupakan, gemilang, dan penuh kemenangan telah berakhir. Apa yang saya alami memberi saya lebih banyak kebahagiaan. Mengingat semua yang telah saya capai membuat saya sangat bahagia, meskipun sudah berakhir. Di Real Madrid, saya telah berkembang sebagai pemain dan pribadi. Real Madrid telah memberikan segalanya dalam sepak bola, dan untuk itu saya akan selalu bersyukur. Saya akan selalu menjadi penggemar Real Madrid," tegasnya.
La Decima, raihan juara Liga Champions ke-10 musim 2013-2014, jadi kenangan yang tak terlupakan bagi Modric bersama Real Madrid.
“Saya selalu mengingat La Décima, karena disanalah semuanya berawal. La Décima mengawali dominasi 12 atau 13 tahun terakhir, yang luar biasa, memenangkan enam gelar Liga Champions dalam 10 tahun. Saya selalu menyebut La Décima karena itu mengesankan, dan cara kami memenangkannya dengan sempurna menggambarkan siapa Real Madrid," sebut Modric.
Editor: Aspian Nur