Laporan awal setelah kejadian Kamis (3/7/2025) pekan lalu menyebutkan mobil tersebut kemungkinan melaju kencang saat kecelakaan terjadi yang menyebabkan mobil terbakar dan menewaskan kedua pemain sepak bola tersebut.
“Tim forensik sedang menganalisis jejak ban mobil yang ditinggalkan dengan dugaan ban meledak. Mereka berusaha menentukan apakah kecepatan berlebihan menjadi penyebab kecelakaan,” kata polisi dalam pernyataan melansir dari laman dailymail.co.uk Kamis (10/7/2025) hari ini.
Video tersebut muncul beberapa jam setelah terungkap seorang pengemudi wanita nyaris tewas di jalan tol yang sama yang dilalui kedua bersaudara tersebut beberapa jam sebelum kecelakaan fatal.
Seorang wanita berusia 60 tahun mengalami luka serius di kilometer 65 di jalan yang sama tempat Jota tewas sekitar pukul 11.30 pagi waktu setempat.
Mobilnya keluar dari jalan saat melaju menuju Benavente dengan kondisi wanita tersebut terjebak dalam mobil. Dia kemudian diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran dan dibawa ke rumah sakit, seperti dilaporkan oleh media Spanyol AS.
Jose Azevedo kini merekam video yang tampaknya diambil dari truk dengan sudut pandang dashbor dan menyatakan kepada keluarga Jota kalau mobil tersebut tidak melebihi batas kecepatan saat insiden terjadi.
“Saya merekamnya, berhenti, mencoba membantu, tapi sayangnya, tidak ada yang bisa saya lakukan,” katanya dalam bahasa Portugis.
"Saya tidak tahu siapa yang ada di dalam. Belasungkawa saya untuk keluarga. Saya berani menjami kepada keluarga mereka kalau mereka tidak melebihi batas kecepatan. Saya bisa melihat merek mobil, warna mobil. Saya mengemudi di jalan ini setiap hari setiap Senin hingga Sabtu, saya tahu jalan ini,” papar Jose.
“Jalan gelap tapi saya bisa melihat merek dan warna mobil, semuanya dengan jelas. Sayangnya, begitulah akhirnya,” ucapnya dengan nada sedih.
Diogo Jota yang berusia 28 tahun sedang bepergian dengan mobil sport mewah bersama adiknya yang berusia 26 tahun sekitar pukul 12.35 dini hari waktu setempat.
Ban mobil Lamborghini Huracan yang mampu melaju hingga 200 mph dilaporkan meledak saat menyalip di jalan A-52 di Cernadilla dekat Zamora, Spanyol barat laut, dekat perbatasan dengan Portugal.
Mobil sport berwarna hijau asam itu meluncur keluar dari jalan, terguling sebelum terbakar dan membakar vegetasi di sekitarnya. Petugas darurat segera tiba di lokasi, tetapi sayangnya mereka tidak dapat menyelamatkan kedua saudara tersebut yang sedang dalam perjalanan darat ke Santander, Spanyol Utara untuk menaiki feri ke Inggris setelah pemain Liverpool dan pemain internasional Portugal itu disarankan untuk tidak bepergian dengan pesawat setelah menjalani operasi paru-paru.
Setelah kematian Jota di jalan raya, seorang perwakilan pemerintah pusat untuk Provinsi Zamora telah menobatkan Jalan A-52 sebagai “sangat berbahaya”.
Pada tahun 2023, terjadi 19 kecelakaan lalu lintas di jalan A-52, dengan rata-rata 1,5 korban tewas per insiden, menurut The Mirror. Seksi jalan tol tersebut juga dikenal penuh dengan lubang dan pernah dikeluhkan oleh warga setempat mengenai tanda-tanda lalu lintas yang buruk.
Sekitar 40 keluhan tentang lubang jalan diajukan oleh pengemudi ke kementerian transportasi Spanyol dalam satu bulan pada tahun 2024, seperti dilaporkan oleh La Opinion de Zamora.
Wilayah Zamora juga dikenal dengan medan yang berbukit-bukit, dengan jalan A-52 melintasi daerah pegunungan dan hutan. Wilayah ini juga sering dilanda kabut tebal dan pencahayaan yang terbatas.
Meskipun medan yang sulit, jalan Spanyol ini merupakan rute utama yang dilalui pengemudi setelah meninggalkan Portugal Utara saat menuju pelabuhan Santander dan Bilbao atau melanjutkan perjalanan ke arah timur laut menuju Prancis.
Polisi Spanyol, sementara itu, mengatakan mereka yakin Jota yang menyetir saat Lamborghini-nya keluar dari jalan raya pekan lalu.
“Semua indikasi juga mengarah pada kemungkinan kecepatan berlebihan di atas batas kecepatan yang diperbolehkan di ruas jalan tol tersebut. Semua tes yang dilakukan sejauh ini menunjukkan pengemudi kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah Diogo Jota. Laporan ahli polisi saat diselesaikan akan diserahkan ke pengadilan di Puebla de Sanabria,” ujar mereka.
Editor: Aspian Nur