Kekecewaan mulai muncul sejak awal pertandingan ketika Gian Marco Ferrari mengira telah memberikan keunggulan bagi Salernitana di pertengahan babak pertama, namun golnya dianulir karena handsball.
Empat menit kemudian Massimo Coda mencetak gol untuk Sampdoria sebelum Giuseppe Sibilli membuat skor menjadi 4-0 secara agregat setelah jeda.
Pendukung tuan rumah di Salerno langsung murka setelah gol kedua dengan degradasi ke Serie C tampaknya tak terhindarkan. Lampu sorot, kembang api dan kursi dilemparkan ke lapangan dan pertandingan dihentikan berulang kali sebelum pemain ditarik keluar lapangan saat waktu menunjukkan 65 menit. Dengan pemain kedua tim di ruang ganti, polisi anti huru-hara berusaha memulihkan ketertiban.
Wasit Daniele Doveri mencoba memulai kembali pertandingan 10 menit kemudian, namun benda-benda kembali dilemparkan ke lapangan dan pertandingan dibatalkan. Salernitana sejatinya hanya membutuhkan hasil imbang agregat untuk bertahan di liga karena posisi mereka yang lebih tinggi di klasemen.
Leg kedua playoff untuk memainkan menit yang tersisa dan semula dijadwalkan dua hari lalu seharusnya digelar kemarin namun wabah keracunan makanan parah terjadi di kamp Salernitana. Permohonan resmi untuk menunda pertandingan diterima setelah 21 anggota rombongan mereka sakit usai kekalahan 2-0 di leg pertama pekan lalu dan akhirnya 25 menit tersisa tak lagi dimainkan.
Editor: Aspian Nur