Real Madrid yang kalah dalam El Clasico keempat musim ini sebenarnya masih berpeluang juara dengan catatan harus memenangkan tiga pertandingan terakhir mereka dan berharap pemuncak klasemen tidak mendapatkan lebih dari satu poin dalam periode yang sama untuk mempertahankan peluang matematis untuk mengklaim gelar.
Namun harapan Los Blancos untuk meraih gelar juara pupus ketika Lamine Yamal melepaskan tendangan melengkung yang luar biasa ke dalam gawang Espanyol yang dikawal Joan Garcia pada menit ke-53 babak kedua.
Yamal, pemain timnas Spanyol yang berusia 17 tahun itu, jadi actor penting dibalik kemenangan Barca. Gol Yamal menjadi pendongkrak kepercayaan diri saat Barca mengambil alih kendali permainan, setelah Leandro Cabrera dikartu merah langsung karena menyikut Yamal di menit ke-80 sampai akhirnya Fermin Lopez yang masuk sebagai pemain pengganti menutup kemenangan untuk memulai perayaan gelar juara.
Laga sendiri sempat ditunda beberapa menit setelah beberapa fans terluka karena ditabrak oleh sebuah mobil di luar stadion.
Kemenangan 0-2 ini membawa Barca asuhan Hansi Flick menjadi 85 poin, unggul tujuh poin dari juara musim lalu, Real dan Atletico Madrid berada di posisi ketiga dengan 70 poin. Ini merupakan musim pertama yang luar biasa bagi pelatih Hansi Flick di Barca, dimana tim asuhannya berhasil meraih gelar LaLiga dan Copa del Rey. Trofi juara akan diterima Blaugrana besok dalam sebuah perayaan khusus di kota tersebut.
“Gol Lamine merupakan gerakan yang sering ia latih, ia telah mencetak dua gol di sesi pemanasan dengan cara yang sama. Kami harus menjaganya dan membiarkannya menikmatinya, dia fantastis,” kata rekan setimnya Pedri kepada Movistar Plus usai laga.
“Sekarang kami harus menikmati gelar juara karena tidak setiap saat bisa mendapatkannya. Ini adalah salah satu gelar yang paling rumit. Kami senang dengan tahun yang kami jalani. Kami menikmatinya dan begitu juga dengan para penggemar,” sebut Pedri lagi.
Hansi Flick sangat senang dengan penampilan keseluruhan para pemainnya sepanjang musim yang dominan yang berpuncak pada gelar LaLiga ke-28 ini.
Tak terkalahkan sejak akhir Desember di kompetisi domestik, Barcelona juga memenangkan Piala Super Spanyol pada bulan Januari dan Copa del Rey yang semaunya mengalahkan Real Madrid di final.
“Saya pikir terutama di paruh kedua musim ini kami tampil luar biasa. Kami belum pernah kalah dan itu luar biasa. Selamat kepada tim, klub dan para pendukung. Kami sangat senang dengan apa yang telah kami raih,” ujar Flick dalam konferensi pers.
“Saya rasa saya tidak memiliki cukup waktu untuk menjelaskannya sepanjang musim, namun saya sangat menghargai budaya yang telah kami ciptakan, kekeluargaan yang telah kami ciptakan. Banyak pekerjaan yang telah dilakukan, dengan semangat dan mentalitas yang luar biasa... Sangat menyenangkan melihat keluarga yang telah kami ciptakan ini. Bagaimana kami saling menjaga satu sama lain. Ini unik, saya sangat senang,” imbuhnya.
Barcelona masih menyisakan dua laga menghadapi Villarreal hari Senin (19/5/2025) dini hari pada laga home dan menantang Athletic Bilbao 25 Mei pekan depan di makas lawan.
Pelatih Espanyol Manolo González mengaku kecewa dengan apa yang dilakukan Yamal di laga itu. "Saya meminta Lamine untuk berhenti menyerang saya dan memprovokasi saya. Saya memberi tahu Lamine Yamal untuk berhenti melakukan diving dan memprovokasi hal-hal, hanya itu saja. Itu bukan sesuatu yang seharusnya membuatnya terjatuh atau pingsan. Itu adalah tindakan yang dapat dihindari oleh Cabrera, tetapi itu benar-benar berlebihan. Dia sangat bagus, tetapi tidak perlu melakukan diving dalam tindakan itu," ungkap Gonzalez mengenai kartu merah untuk Cabrera yang dianggap wasit menyikut Yamal.
"Ini bukan kekalahan yang adil. Mereka hanya punya sedikit peluang mencetak gol, ini adalah pertandingan yang tidak bisa dimaafkan dan kalau kami melakukannya akhirnya kami membayarnya dengan kekalahan. Kami berusaha bangkit tapia da kartu merah. Bagaimana pun, saya bangga dengan tim ini," sebutnya.
Editor: Aspian Nur