Dengan dua partai tersisa, Madrid tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen Barca, yang masih memiliki satu partai lebih dan akan merebut gelar La Liga ke-28 dini hari nanti jika mampu mengalahkan rival sekota Espanyol.
Dalam laga di Bernabeu, sebuah tendangan sudut dari dalam kotak penalti oleh pemain bertahan Martin Valjent di menit ke-11 membawa Mallorca. Kylian Mbappe menyamakan kedudukan melalui aksi individu yang luar biasa di menit ke-68 untuk Real yang telah kehabisan tenaga karena kehilangan 12 pemain imbas cedera.
Mallorca berhasil melewati badai saat Madrid berusaha untuk meraih kemenangan, dengan penjaga gawang Leo Roman tampil luar biasa, membuat frustasi tuan rumah yang mendominasi jalannya pertandingan dengan lebih dari 72 persen penguasaan bola, 26 tendangan sudut yang menguntungkan mereka dan 39 percobaan mencetak gol yang, berbanding hanya empat dari lawan.
Roman melakukan 11 penyelamatan untuk menggagalkan peluang-peluang Real, yang juga menyia-nyiakan beberapa peluang sepanjang laga.
Satu kesalahan dari lini pertahanan Mallorca yang gagal menghalau satu umpan silang dari dalam kotak penalti, membuat Ramon yang berposisi sebagai bek tengah dan baru pertama kali tampil sebagai starter di liga, berhasil menyambar bola dan melepaskan satu tembakan voli ke gawang untuk menjaga harapan tipis Real untuk meraih titel.
“Mallorca adalah satu tim yang bagus. Mereka mencetak gol dan kemudian sedikit mengendur. Kami memiliki banyak peluang, penjaga gawang mereka memainkan satu partai yang hebat, tetapi pada akhirnya kami berhasil menang,” ujar Ramon sang pahlawan yang tidak terduga, kepada Real Madrid TV.
“Ini tidak dapat dijelaskan, saya telah memimpikannya sepanjang hidup saya. Kostum ini akan saya kenakan sampai akhir dan tidak ada cara yang lebih baik untuk mencetak gol pertama selain dengan cara seperti ini,” sebutnya.
Manajer Carlo Ancelotti memberikan pujian kepada Jacobo Ramon, pemain akademi Real Madrid. “Kami tidak menyerah meskipun harus kehilangan 12 pemain karena cedera, sesuatu yang sangat jarang terjadi,” ujar Ancelotti dalam konferensi pers.
“Pertandingan ini dimenangkan berkat sikap yang baik dari tim dan para pemain yang masuk dan memberikan penampilan yang baik. Saya tidak pernah melihat sebuah tim menembakkan 40 kali tembakan ke arah gawang seperti yang kami lakukan dilaga ini.
“Kami telah menutupi begitu banyak pemain yang absen dengan upaya yang luar biasa dari semua pemain yang masuk ke lapangan. Jika kami melakukannya di lebih banyak pertandingan dengan sikap yang sama sepanjang musim, itu akan menjadi musim yang lebih baik,” ungkapnya.
Ancelotti diketahui sudah mengkonfirmasi akan meninggalkan Real Madrid pada akhir musim untuk mengambil alih kursi pelatih tim nasional Brasil yang lowong.
Namun, pelatih asal Italia itu mengatakan bahwa fokusnya akan berada di ibukota Spanyol hingga 26 Mei, ketika ia melakukan perjalanan ke Rio de Janeiro untuk memulai peran barunya dengan juara Piala Dunia lima kali itu.
“Setiap kali saya duduk di bangku cadangan Real Madrid di Santiago Bernabeu, itu selalu menjadi hal yang spesial bagi saya,” ujar Ancelotti.
Editor: Aspian Nur