Kedua tim datang ke Roma untuk mengakhiri puasa gelar Piala Italia, karena Milan terakhir kali mengangkat trofi pada 22 tahun yang lalu saat kalah di dua final dalam beberapa tahun terakhir.
Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak awal dan kedua penjaga gawang dituntut untuk melakukan penyelamatan impresif dalam 10 menit pertama.
Ketegangan semakin memuncak di akhir babak pertama dan kapten Bologna Lewis Ferguson terlihat berlumuran darah dengan hidungnya yang patah setelah melakukan tekel sliding kepada Rafael Leão, yang menangkap wajahnya dengan kakinya saat ia terjatuh.
Bologna memecah kebuntuan delapan menit memasuki babak kedua. Menit 53 Riccardo Orsolini melakukan terobosan namun dijegal oleh Theo Hernández di dalam kotak penalti, namun bola jatuh ke kaki Ndoye melepaskan tendangan melengkung ke sisi kanan gawang Rossoneri yang dikawal Mike Maignan.
Pemain internasional Swiss berusia 24 tahun ini telah absen dalam tiga pertandingan Bologna sebelumnya karena mengalami cedera paha. Milan telah berjuang dari ketertinggalan satu gol untuk mengalahkan Bologna 3-1 di Liga Italia pekan lalu tetapi tidak ada kebangkitan seperti itu di Roma.
Ini juga merupakan kemenangan pertama pelatih Vincenzo Italiano di final setelah kalah dalam dua laga beruntun di Europa Conference League saat menangani Fiorentina dan finis sebagai runner-up di Piala Italia 2023.
“Itu adalah tiga kekecewaan yang besar,” kata Italiano kepada media Mediaset. “Saya tidak mengira saya bisa segera kembali dan mendapatkannya kembali. Namun kami berhasil dan saya senang. Saya menambahkan sebuah trofi penting dalam koleksi trofi saya dan saya benar-benar mendedikasikannya untuk para pemain, yang sangat luar biasa,” paparnya.
Italiano dilemparkan ke udara oleh para pemainnya dalam perayaan setelah peluit akhir dibunyikan. Banyak dari mereka yang menangis bahagia, sama seperti ribuan fans Bologna yang berada di tribun.
Dan pelatih berusia 47 tahun ini sangat ingin kembali merayakannya. “Sekarang biarkan saya pergi dan merayakannya, karena ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa,” ujar Italiano sambil tersenyum di akhir wawancara televisi.
Ini adalah musim pertama Italiano di Bologna setelah menggantikan Thiago Motta yang hengkang ke Juventus setelah membawa tim tersebut ke kualifikasi Liga Champions untuk pertama kalinya. Motta sendiri dipecat oleh Juventus pada awal musim ini.
Hasil tersebut membuat Bologna mendapatkan satu tempat di Europa League musim depan dan membuat Milan terancam absen dari kompetisi Eropa.
Hal ini bisa menjadi akhir dari masa jabatan singkat Sérgio Conceição sebagai pelatih Rossoneri, dengan Milan berada di urutan kedelapan di Serie A setelah musim yang mengecewakan.
Pencetak gol Bologna, Dan Ndoye, memuji timnya atas cara mereka bertahan. “Laga luar biasa, melihat semua penggemar kami di stadion ini. Ini adalah pertandingan yang sulit, tetapi kami menang untuk kota ini, untuk para penggemar, ini luar biasa dan kami sangat senang,” kata pemain internasional Swiss ini.
“Kami mencetak gol di waktu yang tepat, kemudian bertahan seperti tim yang sesungguhnya, kami bertahan dengan tangguh,” ucapnya.
Pelatih AC Milan Sergio Conceição mengakui anak asuhnya tidak tampil gemilang. “Sebuah penampilan yang agak berbeda dari yang diharapkan. Kami tidak menciptakan banyak peluang, dihukum oleh gol dan tidak efektif dalam upaya mereka untuk menyamakan kedudukan setelah tertinggal,” ujar Conceicao.
“Kami sangat menyesali hasil ini, sekarang kami harus menyelesaikan musim Serie A dan menantikan hasil akhir dari kompetisi ini,” imbuhnya.
AC Milan akan menghadapi AS Roma tiga hari lalu di stadion yang sama untuk selanjutnya mengakhiri musim dengan menghadapi Monza dan berjuang untuk memperebutkan tempat keempat klasemen akhir Serie A.
Editor: Aspian Nur