Para pendukung tuan rumah telah memimpikan sebuah pertandingan yang kemungkinan besar akan berlangsung di Inggris, menciptakan All English Final, final sesama tim Inggris, bersua Manchester United di San Memes, markas Athletic Bilbao pada tanggal 21 Mei nanti, namun ada sebuah kejutan di menit-menit akhir saat tendangan kapten Ulrik Saltnes menit 83 yang terdefleksi memberikan harapan bagi Bodo/Glimt untuk pertandingan leg kedua pekan depan yang akan berlangsung di dalam Lingkaran Kutub Utara.
Bodo/Glimt adalah tim Norwegia pertama yang mencapai semifinal Eropa dan dengan kemenangan kandang melawan Porto, Olympiakos dan Lazio selama musim ini dan mereka masih yakin dapat membalikkan keadaan.
“Saya pikir kemenangan ini menempatkan kami dalam posisi yang baik. Saya pikir para pemain tampil luar biasa hari ini,” ujar manajer Tottenham, Ange Postecoglou.
“Mereka mencetak gol di menit-menit akhir, yang tidak mencerminkan dominasi kami dalam permainan, namun jika kami mengulangi performa tersebut pekan depan, itu akan cukup bagi kami untuk lolos,” ungkapnya.
Tottenham berada di jalur yang tepat untuk menjalani musim terburuk mereka di Premier League sejak 1993-94 dengan 19 kekalahan dari 34 pertandingan yang membuat mereka berada di posisi ke-16 dan Postecoglou menghadapi masa depan yang tidak menentu.
Mereka belum pernah memenangkan trofi Eropa sejak Piala UEFA 1984 dan tidak memiliki trofi sejak 2008, namun klaim Postecoglou yang mengatakan dia selalu memenangkan trofi di musim keduanya di sebuah klub, tiba-tiba terlihat masuk akal.
“Begitulah musim kami berjalan, tidak ada yang mudah. Kami ingin melepas mereka (Solanke dan Maddison), berbicara dengan mereka berdua semoga tidak ada yang terlalu serius,” ujar Postecoglou.
“Sangat penting bagi kami (untuk mencetak gol di menit-menit akhir) dan kami memiliki peluang besar minggu depan,” ujar gelandang Bodo/Glimt, Jeppe Jensen.
“Ini adalah pertandingan yang sulit tetapi kami bermain dengan baik dan kami tetap bersatu ketika itu sulit,” sebutnya.
Editor: Aspian Nur