Pada pertandingan itu, Yamal yang masih berusia 17 tahun mencetak gol ke-22 dalam pertandingannya yang ke-100 di Barcelona.
Pemain muslim itu menampilkan permainan yang luar biasa, terutama di babak pertama untuk menginspirasi kebangkitan yang luar biasa setelah Inter memimpin 2-0 pada menit ke-21.
Yamal mencetak gol berkelas di semifinal Champions League untuk melengkapi golnya di babak empat besar Euro 2024 pada musim panas lalu. Yamal sudah menjadi satu dari pemain terbaik di dunia dan bahkan sebelum usianya menginjak 18 tahun.
"Saya rasa saya tidak pernah melihat 45 menit seperti itu dari seorang individu dalam hidup saya. Sulit dipercaya," ujar pundit TNT Sports, Ally McCoist, saat para pemain meninggalkan lapangan di babak pertama.
Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, memberikan pujian setinggi langit kepada Yamal setelah pertandingan. “Lamine adalah jenis talenta yang muncul setiap 50 tahun sekali, dan melihatnya dari dekat benar-benar membuat saya terkesan,” ujarnya.
“Dia menyebabkan masalah besar bagi kami karena kami seharusnya menggandakannya dan itu tidak cukup,” imbuhnya.
Bos Barca Hansi Flick mengatakan: "Dia spesial, dia jenius. Dalam pertandingan-pertandingan besar, dia muncul. Jika itu hanya datang setiap 50 tahun seperti yang dikatakan Simone, saya senang itu untuk Barcelona,” ungkapnya.
Pakar BBC Stephen Warnock bahkan menyebutnya sebagai calon pemenang Ballon d'Or di masa depan.
Ada sedikit drama sebelum pertandingan ketika Yamal terlihat mengalami cedera pada pangkal paha dan berjalan ke terowongan saat pemanasan, dengan spekulasi ia mungkin tidak akan bermain.
Yamal tampil sebagai starter namun hampir tidak memberikan dampak sebelum Inter unggul 2-0 melalui dua gol fantastis - sontekan tumit Marcus Thuram pada detik ke-30 setelah menerima umpan silang dari Dumfries, dan tendangan voli jarak dekat dari pemain asal Belanda, Dumfries.
Namun pemain muda itu berhasil menaklukkan beberapa pemain Inter sebelum menceploskan bola ke tiang jauh dengan mudah dan penuh percaya diri. Beberapa saat kemudian, ia berhasil melewati beberapa pemain bertahan di garis kotak penalti dan melepaskan tendangan yang masih bisa ditepis oleh kiper Inter, Yann Sommer, keatas mistar gawang.
Ferran Torres kemudian menutup pergerakan tim yang bagus untuk menyamakan kedudukan bagi Barca sebelum jeda. Dumfries, bagaimanapun, mencetak gol keduanya dengan sundulan untuk membawa tim asal Italia itu kembali unggul. Namun beberapa saat kemudian Barca kembali menyamakan kedudukan saat Yamal dengan cerdik mengirimkan umpan dan Raphinha melepaskan tendangan dari jarak 25 meter yang membentur mistar dan masuk ke dalam gawang Sommer dan menjadi gol bunuh diri.
Henrikh Mkhitaryan mengira ia telah mengubah kedudukan menjadi 4-3 untuk Inter, namun golnya dianulir karena dianggap offside. Yamal hampir saja mencetak gol terakhir, satu momen yang tak terlupakan, ketika tendangan silangnya membentur tiang dan mistar gawang.
Sulit untuk membayangkan berapa banyak yang telah dicapai oleh Yamal di usianya saat ini. Ini merupakan penampilannya yang ke-100 bersama Barcelona, dan gol ke-22 serta empat gol dari 19 pertandingan bersama Spanyol.
Yamal juga memiliki 27 asis, termasuk dua asis dalam kemenangan di babak perpanjangan waktu final Copa del Rey atas Real Madrid.
Dua pemain terhebat di generasi ini, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo - tidak melakukan debut internasional sampai mereka berusia 18 tahun, sementara Yamal memenangkan Euro 2024 sehari setelah ulang tahunnya yang ke-17. Messi mencetak satu gol sebelum berusia 18 tahun, sementara Ronaldo mengemas lima gol.
Yamal adalah pemain termuda Barcelona di La Liga (berusia 15 tahun) dan pemain termuda yang mencetak gol dan memberikan asisst di La Liga untuk tim manapun. Dia juga memegang rekor sebagai starter termuda di Liga Champions, pemain termuda yang mencetak gol di babak sistem gugur, perempat final dan sekarang semifinal.
Pemuda berdarah Maroko itu adalah pemain dan pencetak gol termuda di Spanyol, serta pemain dan pencetak gol termuda di Kejuaraan Eropa.
Yamal tampaknya merupakan pemain yang paling mirip dengan pemain hebat Barcelona dan Argentina, Lionel Messi, yang kini bermain di Inter Miami dan bisa dibilang sebagai pesepakbola terhebat dalam sejarah. Keduanya sama-sama berasal dari akademi Barca, La Masia, dan sama-sama bermain di sayap kanan.
"Saya tidak membandingkan diri saya dengannya, karena saya tidak membandingkan diri saya dengan siapa pun - apalagi dengan Messi," kata Yamal yang akan berusia 18 tahun pada Juli 2025 mendatang.
"Saya rasa perbandingan itu tidak masuk akal, dengan Messi bahkan lebih tidak masuk akal - saya akan menikmati diri saya sendiri dan menjadi diri saya sendiri," tegasnya.
Namun ia memiliki sedikit sejarah yang tidak biasa dengan Messi, yang pernah difoto bersamanya saat masih bayi. Sebuah foto muncul, yang diambil dari pemotretan kalender amal yang diambil di Nou Camp Barcelona pada tahun 2007.
Messi yang berusia 20 tahun terlihat menggendong bayi dan membantunya mandi. Pemotretan itu terjadi setelah Unicef melakukan undian di kota Mataro, tempat keluarga Lamine tinggal.
"Kami berjalan ke pusat kota dan Anda bisa melihat bahwa ada seorang superstar di kota ini sekarang, di Lamine Yamal," ujar mantan pemain bertahan Inggris, Rio Ferdinand, pada TNT Sports.
"Ada kekosongan ketika Messi pergi, anak ini melakukan hal-hal yang belum pernah kita lihat sebelumnya di usia 17 tahun. Kenyamanan dan kemudahan yang ia miliki saat bermain sangat luar biasa dan ia juga merasa nyaman di luar lapangan," ucap mantan kapten timnas Inggris itu.
Editor: Aspian Nur