Tim tamu membuat awal yang eksplosif, membuka keunggulan hanya 30 detik laga berlangsung dari gol tumit Marcus Thuram. Tim tamu memperbesar keunggulan mereka di menit ke-21 setelah Denzel Dumfries mencetak gol melalui tendangan voli akrobatik dari situasi sepak pojok.
Namun, Lamine Yamal yang tampil gemilang memimpin perlawanan Barcelona, melepaskan tendangan luar biasa dari dalam kotak penalti setelah melakukan pergerakan cerdik dari sisi kanan untuk memperkecil ketertinggalan tiga menit setelah gol kedua Inter.
Yamal kembali nyaris mencetak gol, membentur tiang gawang dari jarak dekat sebelum Ferran Torres menyamakan kedudukan pada menit ke-38 dengan tendangan first-time.
Terlepas dari dominasi Barcelona, justru Inter yang kembali unggul pada menit ke-64 saat Dumfries menyundul bola dari tendangan sudut. Tuan rumah segera merespons, saat tendangan keras Raphinha dari luar kotak penalti membentur tiang gawang sebelum memantul di punggung kiper Inter, Yann Sommer, dan masuk ke dalam gawang untuk menyamakan kedudukan.
Hasil ini membuat segalanya harus diperjuangkan Barca pada leg kedua di San Siro pekan depan saat kedua tim akan bertarung untuk memperebutkan satu tempat di final di Munich melawan Arsenal atau Paris St Germain.
Meski tak mampu menang namun Hansi Flick merasa puas dengan pertandingan tersebut dan menyatakan anak asuhnya sudah melakukan pekerjaan yang hebat.
"Saya rasa kami tidak mengawali dengan baik; kami kebobolan dua gol, tetapi kami bangkit. Kami mengalami pasang surut di babak pertama. Babak kedua sangat spektakuler bagi para pemain dan penonton. Ini adalah pertemuan pertama antara keduanya. Sekarang kami harus menang di Milan. Ini adalah final sebelum final," ungkapnya.
Flick berkomentar mengenai penampilan Yamine Lamal. "Ia menunjukkannya. Ia membuka jalan bagi kami, skor 2-1 itu penting. Saya senang dengan tim ini dan kami melakukan pekerjaan yang hebat," tegasnya.
Sementara Manajer Inter Milan Simone Inzaghi juga memberikan pujian kepada Yamal dan mengungkapkan dirinya harus melakukan beberapa penyesuaian saat turun minum untuk mencoba meredam pemain muda berbakat ini.
"Kami harus lebih baik dalam menjaga Lamine Yamal, namun lebih mudah untuk mengatakannya dari luar. Dia adalah pemain yang membuat saya terkesan dan dia menciptakan banyak masalah bagi kami, terutama di 30 menit terakhir babak pertama," kata Inzaghi.
"Barca adalah tim yang terdiri dari para pemain fantastis dan untuk datang ke sini dan memainkan pertandingan seperti ini, melawan tim yang paling ofensif dan terindah di dunia pasti membuat kami bangga. Kami juga bisa saja memenangkannya, namun kami bermain melawan tim yang memiliki seorang pemain yang sulit dijaga, yang menciptakan begitu banyak masalah bagi kami,” papar Inzaghi.
“Dia adalah talenta yang lahir setiap 50 tahun sekali, saya belum pernah melihatnya secara langsung dan hari ini dia membuat saya terkesan,” ungkapnya.
Editor: Aspian Nur