Kenangan akan kembali muncul menjelang pertandingan ulang pekan ini, khususnya dengan kedua tim yang memiliki karakter yang sama seperti 15 tahun yang lalu.
Barcelona kembali ke semifinal Liga Champion untuk pertama kalinya sejak musim 2018-19, didukung oleh lini serang terbaik di kompetisi dengan format baru yang terdiri dari 36 tim ini.
Dengan Lamine Yamal, Raphinha dan Robert Lewandowski di lini depan, Barca mencetak 28 gol dalam delapan pertandingan dan telah mencetak sembilan gol lagi saat menyingkirkan Benfica dan Borussia Dortmund di babak sistem gugur.
Kemudian ada Inter, sang juara Italia, yang hanya kebobolan satu kali dari delapan pertandingan di babak pertama dan bertahan dengan susah payah untuk menyingkirkan Bayern Munich di perempat final.
Inter memenangkan final tahun 2010, melawan Bayern, untuk meraih gelar Piala Eropa ketiga, sehingga perjalanan mereka ke final musim ini memiliki kemiripan dengan kampanye perebutan gelar tersebut.
Karena itulah semifinal dini hari nanti antara Barcelona-Inter Milan sarat akan sejarah. Namun tim tamu datang dalam performa buruk. Inter turun ke posisi kedua di Serie A akhir pekan lalu menyusul kekalahan beruntun dari Bologna dan AS Roma, sebelum akhirnya dikalahkan rival mereka AC Milan di leg kedua semifinal Coppa Italia, yang mengakhiri harapan mereka untuk meraih treble.
“Pekan terakhir tidak menghapus pekerjaan yang telah dilakukan selama empat tahun,” ujar Simone Inzaghi, yang menangani Inter sejak 2021.
“Dalam tiga pertandingan terakhir kami harus tampil lebih baik, tetapi setelah empat tahun kami berada disini bersaing untuk semua tujuan, ketika seseorang mengatakan akan sulit untuk masuk ke empat besar di Italia,” sebut Inzaghi lagi
Bagi Inter yang akan berlaga di Piala Dunia Antarklub setelah musim ini berakhir, pertandingan melawan Barcelona memberikan kesempatan untuk melupakan kesengsaraan pekan lalu. “Kami datang dari pekan yang buruk, namun kami bisa dan harus tampil lebih baik,” ujar Inzaghi.
“Kami sangat antusias dengan pertandingan yang akan kami mainkan melawan tim terbaik di dunia, yang paling ofensif, tim yang paling banyak mencetak gol. Kami harus memiliki kemampuan untuk bermain dengan pengorbanan jika diperlukan. Kami harus bermain dengan sangat rapi secara teknis, kami membutuhkan banyak komponen untuk mengalahkan lawan yang begitu kuat,” paparnya.
Striker Marcus Thuram, pencetak gol terbanyak Inter di Serie A dengan 14 gol, telah kembali dari cedera untuk sang juara Italia, meskipun sang pelatih tidak mengonfirmasi apakah pemain asal Prancis ini akan bermain. “Thuram menjalani sesi latihan pertamanya bersama tim,” jelas Inzaghi.
Dari kubu Barcelona, ketakutan yang ditimbulkan oleh Lamine Yamal terhadap para pemain bertahan saat ia menguasai bola di sisi kanan Blaugrana tak pelak memunculkan perbandingan dengan Lionel Messi yang masih muda dan berambut kribo.
Kini, bintang Barcelona berusia 17 tahun ini akan menghadapi salah satu dari sedikit tim yang tidak pernah dapat dibobol oleh Messi yaitu Inter Milan.
Namun perlu dicatat bahwa Yamal tidak ingin membahas tentang Messi versi 2.0. Ia juga tidak berpikir Inter sudah mengetahui siapa Messi meskipun ia sangat ingin mencetak gol ke gawang tim asal Italia tersebut dan membantu Barcelona mencapai final Eropa pertamanya dalam satu dekade terakhir.
“Saya tidak ingin dibandingkan dengan pemain mana pun, apalagi Messi. Dia adalah yang terbaik di dunia,” ujar Yamal.
“Jadi bagaimana jika Messi tidak pernah mencetak gol ke gawang Inter? Dia mencetak gol melawan banyak tim, dan saya yakin saya bisa mencetak gol melawan Inter,” tegas Yamal tentang pemain hebat Barcelona yang pernah menggendongnya saat masih bayi.
Yamal masih memiliki waktu lebih dari dua bulan sebelum menginjak usia 18 tahun, namun laga melawan Inter akan menjadi laga ke-100 baginya bersama tim senior Barcelona. “Tidak semua orang bisa bermain sebanyak itu di usia 18 tahun, jadi saya bangga akan hal itu,” ujarnya.
Semifinal Liga Champions adalah pertandingan terbesarnya sejauh ini bagi Barcelona, sama seperti final Copa del Rey yang dimenangkan oleh Yamal saat membantu Barcelona menang atas Real Madrid empat hari lalu.
Yamal memberikan dua assist dalam laga menegangkan di partai clasico tersebut, untuk menciptakan gol pembuka dari Pedri González dan gol penyeimbang dari Ferran Torres yang membawa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu dimana Barcelona menang dengan skor 3-2.
Barcelona menjadi tim dengan lini serang terbaik dengan 37 gol yang dicetak, dibandingkan dengan hanya 19 gol untuk Inter. Yamal telah mengukir empat gol di antaranya, sementara ia memberikan umpan kepada rekan setimnya untuk menambah empat gol lainnya.
“Semua orang tahu bahwa Inter adalah tim yang memiliki pertahanan yang bagus dan bagus dalam serangan balik,” kata Yamal.
“Kami harus menguasai bola dengan baik dan bermain seperti yang kami tahu bagaimana caranya sebagai sebuah tim,” ucapnya.
Editor: Aspian Nur