Sebelumnya pada musim ini, Donnarumma menjadi bintang PSG dalam kemenangan dibabak 16 besar atas Liverpool dengan dua penyelamatan dalam adu penalti di Anfield, sementara serangkaian penyelamatan hebat di babak kedua leg kedua melawan Aston Villa yang membuat juara Ligue 1 Prancis itu melaju ke perempat final.
"Saya benar-benar ingin menggarisbawahi kerja keras 14 atau 15 pemain. Jelas ada beberapa pemain yang lebih bersinar dibanding yang lain dan ketika kami bermain tandang melawan tim yang sangat hebat dalam bola mati kami membutuhkan penjaga gawang yang hebat," ujar Luis Enrique melansir dari apnews.com pagi ini.
"Ia melakukan penyelamatan seperti yang ia lakukan saat melawan Liverpool dan Villa," kata manajer Arsenal Mikel Arteta, "Dan itulah perbedaan di Liga Champions," imbuhnya.
Memang ada sesuatu tentang bermain di Inggris yang tampaknya menginspirasi Gigi Donnarumma. Kiper setinggi 1,96 meter itu mungkin tidak akan pernah mengalahkan penyelamatan adu penalti melawan Inggris di final Euro 2020 di Stadion Wembley yang membantu Italia memenangkan Piala Eropa untuk pertama kalinya empat tahun lalu.
Di level klub, ia membuktikan alasan utama mengapa PSG mungkin siap memenangkan Liga Champions untuk pertama kalinya musimi 2024/2025 ini.
Pada pertandingan di Emirates Stadium, gol tunggal kemenangan tim tamu dicetak Ousmane Dembele saat laga baru berlangsung empat menit. Dembele melepaskan tendangan yang membentur tiang gawang untuk kemudian masuk ke dalam gawang Arsenal yang dikawal David Raya.
Ini merupakan gol kedelapan dan gol ke-11 bagi Dembele di kompetisi musim ini, menyamai rekor klub yang dimiliki oleh mantan pemain bintang PSG, Kylian Mbappe.
Arsenal, yang bermain di semi-final untuk pertama kalinya sejak 2009, tampil lebih baik setelah awal yang buruk dan memiliki gol Mikel Merino yang dianulir setelah turun minum karena offside.
Jika PSG mampu mempertahankan keunggulan mereka dalam leg kedua pekan depan di Stade de Princess mereka akan menghadapi Inter Milan atau Barcelona pada final di Munich dan mereka akan yakin bahwa gelar pertama di kompetisi klub Eropa kini berada dalam genggaman mereka.
“Ini adalah laga yang luar biasa bagi tim,” kata gelandang lincah PSG, Vitinha. “Kami menguasai bola hampir sepanjang pertandingan. Kami harus beradaptasi dengan situasi yang berbeda dalam pertandingan dan kami berhasil, bertahan dan menyerang dengan baik,” ucapnya.
Meskipun hasil tersebut merupakan pukulan besar bagi Arsenal, semua belum hilang, menurut kiper David Raya. “Kami menunjukkan sejak menit ke-25 kami bisa menang melawan tim mana pun. Kami telah menunjukkan musim ini bisa menang di laga tandang, jadi kami akan pergi ke Paris untuk memenangkan pertandingan,” tegasnya.
Mikel Arteta menambahkan kalau timnya harus melakukan sesuatu yang istimewa pada leg kedua nanti. “Kami masih berada di leg pertama. Saat turun minum dan pesan saya akan sama persis seperti saat melawan Real Madrid setelah kami menang 3-0 di kandang,” kata Arteta, yang pernah dipinjamkan ke PSG dalam kariernya sebagai pemain, kepada wartawan.
“Kami harus pergi ke Paris dan memenangkan pertandingan. Kami lebih dari mampu untuk melakukannya. Saya melihat dua tim yang sangat bagus, namun selisihnya sangat kecil. Mereka memiliki efisiensi di depan gawang,” ungkapnya.
Arsenal bermain di semifinal pertama mereka sejak kalah dari Manchester United pada tahun 2009 dan berusaha untuk mencapai final untuk kedua kalinya, setelah kalah pada tahun 2006 dari Barcelona.
Setelah peluang mereka untuk meraih gelar juara Liga Primer Inggris memudar, kegagalan untuk membalikkan keadaan pekan depan akan membuat Arsenal masih belum meraih trofi sejak Arteta memenangkan Piala FA pada tahun 2020.
Editor: Aspian Nur