Solanke membawa Tottenham unggul dari titik putih dua menit sebelum turun minum setelah tim tamu mendapat hadiah penalti akibat pelanggaran yang dilakukan kiper Kaua Santos terhadap gelandang Spurs James Maddison.
Tottenham melanjutkan upaya mereka untuk memenangkan trofi Eropa pertama dalam lebih dari 40 tahun setelah kesuksesan mereka di Piala UEFA 1984, sesuatu yang akan memberikan mereka penebusan atas musim domestik yang mengecewakan.
Pelatih Tottenham Ange Postecoglou mengaku mereka mengincar trofi pertama dalam 17 tahun terakhir.
“Para penggemar kami telah melalui masa-masa sulit. Semoga ini memberi mereka sesuatu untuk dinantikan,” kata Postecoglou, yang membawa Spurs berada di urutan ke-15 di Premier League.
“Para pemain tidak pernah kehilangan kepercayaan. Orang-orang suka mengejek dan mengecilkan pencapaian saya, tetapi saya akan membiarkannya,” imbuhnya.
Tottenham akan menghadapi Bodo/Glimt dari Norwegia yang melanjutkan perjalanan luar biasa mereka di Europa League saat mereka bangkit dari kebobolan tiga gol untuk memaksakan adu penalti yang dimenangkan oleh kiper Nikita Haikin dengan menggagalkan tendangan penalti yang menentukan saat menghadapi Lazio di Stadion Olimpico.
Setelah leg pertama Bodo/Glimt menang 2-0, Lazio tancap gas dan mencetak tiga gol menit 20 lewat Taty Castellanos, Tijjani Noslin menit 90+3 dan Boulaye Dia menit 99. Tim tamu mencetak gol menit 109 lewat Andreas Helmersen di ekstra time yang semenit berikutnya si pemain terkena kartu merah.
Aggregate 3-3 bertahan hingga selesai dan laga dilanjutkan dengan adu penalti yang akhirnya dimenangkan Bogo/Glimt 2-3. “Ada begitu banyak hal yang mungkin terjadi, tetapi tim berhasil melakukannya. Nikita menjadi penentu bagi kami. Dia menentukan pertandingan dan adu penalti,” kata pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen.
Bagi Nikita Haikin, kemenangan adu penalti tersebut merupakan momen penebusan dalam kariernya yang telah mengalami lika-liku yang luar biasa, mulai dari menyaksikan pahlawannya, Petr Cech, berlatih saat masih menjadi pemain junior di Chelsea, sampai ke berbagai klub di Spanyol, Rusia, Israel, dan Inggris.
“Ini gila! Saya tidak menyangka pertandingan akan berjalan sejauh ini, tetapi kami tidak boleh menyerah. Kami hanya harus terus melaju,” ujar Haikin penuh emosi.
Begitu besarnya kemenangan yang diraih oleh tim ini sehingga Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Stoere, memberikan ucapan selamat melalui media sosial.
“Mencapai semifinal Europa League adalah hal yang luar biasa - ini menunjukkan apa yang mungkin terjadi ketika Anda memberikan segalanya untuk tim. Malam yang luar biasa untuk orang-orang utara dan untuk semua sepak bola Norwegia di Roma,” tulisnya di X.
Dilaga lain, gol telat Nico Williams akhirnya mengakhiri mimpi Rangers di Europa League saat Athletic Bilbao mencapai semi final untuk mempertahankan harapan mereka memenangkan laga puncak yang akan dimainkan di kandang sendiri, Estadio San Memes pada 22 Mei mendatang.
Bilbao unggul 1-0 dari gol Oihan Sancet menit 45+4 via penalti sampai akhirnya Nico Willams memastikan wakil Spanyol itu melaju ke semi final dan akan menghadapi Manchester United 1 Mei.
“Kami seharusnya mendapatkan dua penalti. Yang pertama mengubah dinamika permainan. Itu jelas merupakan tarikan yang keras terhadap Cyriel dan jelas merupakan kartu merah. Jika mereka bermain dengan 10 orang, itu mengubah permainan secara keseluruhan dan terkadang membuat saya bingung, beberapa Keputusan,” ujar pelatih Rangers Barry Ferguson.
“Ini akan terasa menyakitkan, yang satu ini, tetapi kami harus pergi dan sedikit merenung. Itu bukan hanya untuk para pemain, tetapi juga untuk diri saya sendiri,” ungkapnya.
Editor: Aspian Nur