Remontada atau membalikkan keadaan jadi misi utama Jude Bellingham pada pertandingan ini. Setidaknya Madrid harus menang dengan empat gol tanpa balas kalau ingin melaju ke semi final.
“Saya memiliki rasa hormat dan kekaguman atas apa yang telah mereka lakukan di kompetisi ini sebagai sebuah klub selama bertahun-tahun, sejarah yang mereka miliki, nilai-nilai yang mereka pertahankan,” kata pelatih Arsenal, Mikel Arteta, sementara juga mencoba untuk mengecilkan arti penting dari kesuksesan Madrid di masa lalu menjelang leg kedua.
Menurut UEFA, hanya empat kali tim tuan rumah mampu menghapus defisit tiga gol atau lebih di leg pertama.
Saingan Madrid, Barcelona, bangkit setelah kalah 4-0 di Paris Saint-Germain dengan kemenangan kandang bersejarah 6-1 di babak 16 besar pada musim 2016-17. Di semifinal 2018-19, Liverpool kalah 3-0 di Barcelona tetapi melaju dengan kemenangan kandang 4-0. Semusim sebelumnya di perempat final, Barcelona kembali terlibat. Setelah mengalahkan Roma 4-1 di kandang, Barcelona kalah 3-0 di leg kedua di ibu kota Italia.
Satu-satunya comeback tiga gol lainnya oleh tim tuan rumah terjadi pada tahun 2004 di perempat final, ketika klub Spanyol Deportivo La Coruna kalah 4-1 di AC Milan dan kemudian menang 4-0 di kandang untuk melaju.
Madrid sendiri memiliki sejarah kebangkitan di Liga Champions yang memberi harapan kepada para penggemar akan malam ajaib lainnya di Bernabeu pada laga nanti.
Madrid memenangkan gelar Liga Champions ke-14 pada tahun 2022 setelah berjuang keras melewati babak sistem gugur. Mereka tampak kalah di Bernabeu pada babak 16 besar melawan PSG, di perempat final melawan Chelsea, dan di semifinal melawan Manchester City, tetapi setiap kali mereka menemukan cara untuk maju.
Melawan City, Madrid membutuhkan dua gol telat dari penyerang Rodrygo menit ke-90 dan di waktu tambahan untuk memaksakan perpanjangan waktu, ketika Karim Benzema mengonversi tendangan penalti yang menentukan untuk membawa Madrid ke final dimana mereka mengalahkan Liverpool.
"Para penggemar akan menjadi sangat penting," kata Ancelotti. “Kami memiliki kualitas, komitmen, pengalaman, para penggemar. Saya tidak tahu apakah kami akan mencapai hasil yang kami butuhkan, tetapi saya yakin kami semua akan memberikan yang terbaik,” imbuhnya.
Sementara Arsenal belum pernah kebobolan tiga gol atau lebih dalam hampir 80 pertandingan di semua kompetisi, sejak menang 4-3 di Luton di Liga Premier pada Desember 2023. Terakhir kali Arsenal kalah dengan selisih tiga gol adalah ketika Brighton menang 3-0 di Stadion Emirates hampir tiga tahun lalu.
"Tidak masalah. Kami harus melakukannya lagi," kata Arteta. "Kami harus membuktikannya sekarang dalam konteks ini dan itulah tantangannya," tegasnya.
Arsenal belum pernah kalah dari Madrid dalam tiga pertemuan tim sebelumnya, dan merupakan satu-satunya tim yang menghadapi mereka tiga kali di kompetisi teratas Eropa tanpa kebobolan satu gol pun. Arsenal ingin mencapai semifinal Eropa untuk pertama kalinya sejak 2009, ketika disingkirkan oleh Manchester United.
Sementara di laga perempat final lainnya, Inter Milan akan menghadapi Bayern Munchen di San Siro dengan keuntungan gol tandang 1-2 pada leg pertama pekan lalu di markas Munchen.
"Kami ingin tetap fokus pada pertandingan kami, pada permainan kami, dan tidak ada yang lain. Karena ada banyak orang yang berbicara di luar lapangan, di luar klub, dan kami mencoba untuk tidak mendengar atau mendengarkan semua itu," sebut gelandang Inter Milan, Henrikh Mkhitaryan.
Mkhitaryan dan pelatih Inter Simone Inzaghi menggemakan kalau mereka baru berada di babak pertama dalam perempat final dua leg. “Kami tidak boleh melihat preseden, yang jelas tidak selalu positif dalam sejarah Inter melawan Bayern di San Siro,” ujar Inzaghi.
Inter pernah mengalahkan Bayern di final tahun 2010 untuk meraih treble, yakni Champions League, Serie A dan Coppa Italia sesuatu yang ingin diulangi oleh Nerazzurri tahun ini.
Sementara penyerang Bayern Harry Kane meminta timnya bangkit. “Setiap kali situasi itu terjadi, itu memotivasi Anda untuk kembali dan mungkin membuktikan beberapa orang salah,” kata Kane.
Editor: Aspian Nur