Aggregate kedua tim pun sama dengan Madrid kontra Sociedad yaitu 5-4 karena kedua tim bermain imbang 4-4 pada leg pertama pekan lalu di Camp Nou.
Final 26 April di Sevilla akan menandai clasico ketiga musim ini. Barcelona menang 4-0 di Liga Spanyol pada bulan Oktober dan 5-2 di final Piala Super Spanyol pada bulan Januari. Kedua tim juga dapat bertemu di Liga Champions musim ini karena sudah sama-sama memasuki fase 8 Besar.
Ini adalah final perdana bagi Barcelona dalam empat musim terakhir. Ferran Torres mencetak gol penentu kemenangan Barca menit ke-27 dengan satu sentuhan yang bagus dari dalam kotak penalti setelah satu umpan terobosan yang sempurna dari Lamine Yamal. Gol penyerang Atletico Alexander Sorloth dianulir karena offside pada menit ke-69 membuat Los Rojiblancos harus pasrah malu di depan pendukung sendiri.
Bagi Atletico, ini kali kedua mereka tersingkir di kandang sendiri setelah sebelumnya kalah dalam adu penalti dari Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions bulan lalu.
Sementara Barcelona klub tersukses di Copa dengan 31 trofi, belum pernah mencapai final sejak 2021, ketika mengalahkan Athletic Bilbao. Madrid, dalam final kedua dalam tiga musim, memenangkan gelar ke-20 melawan Osasuna pada tahun 2023.
Atletico berusaha untuk mencapai final Copa untuk pertama kalinya sejak 2013, ketika mereka mengalahkan Madrid untuk meraih gelar ke-10.
Pelatih Atletico Diego Simeone menyesalkan tersingkirnya mereka dari ajang ini. "Kami tidak bermain bagus di babak pertama, dan kami juga tidak perlu meminta maaf. Dalam sepak bola, terkadang Anda menghadapi situasi di mana lawan lebih unggul, tetapi di babak kedua, kami bermain sangat baik dan mampu meraih hasil imbang. Saya tidak menyangka akan bermain sepanjang pertandingan seperti yang kami lakukan di babak kedua. Kami bermain melawan lawan yang hebat dan kami harus menerima hasil ini," kata Simeone.
"Tim ini bersaing dengan sangat baik. Kami akan terus bersaing dengan cara yang sama, dengan pekerjaan yang sama seperti yang kami lakukan, dan fokus pada La Liga. Selanjutnya kami akan fokus pada Sevilla," paparnya.
Sementara pelatih Barca Hansi Flick mengaku sangat bangga dengan anak buahnya. "Kami sangat berani. Kami hanya mencetak satu gol, tetapi itu sudah cukup untuk melaju ke final. Semua orang harus bangga," kata Flick.
"Kami tahu sangat sulit untuk menang di sini. Atletico adalah tim hebat dengan pemain hebat. Namun, kami telah bermain dengan baik; kami telah meningkat selama sebulan terakhir," imbuhnya.
Flick belum mau memikirkan laga final melawan Madrid. "Kami punya pertandingan lain dulu, Betis dulu. Saya selalu berpikir positif. Kami banyak berkembang dan saya senang dengan cara kami bermain; kami berani. Kami sedikit kesulitan di babak kedua, tetapi semua orang bermain dengan sangat baik dalam bertahan. Tidak mudah untuk menjaga clean sheet di sini. Atlético de Madrid adalah salah satu klub terbaik di Spanyol dan Eropa," tegasnya.
Editor: Aspian Nur