Hanya dalam waktu empat hari, dua tim raksasa Italia berhasil ditumbangkan AC Milan di ajang ini. Menyingkirkan Juventus 1-2 dan Inter 2-3 yang menariknya, dua kemenangan itu diraih setelah mereka tertinggal lebih dulu.
AC Milan tertinggal 2-0 lewat gol Lautaro Martinez injury time babak pertama menit 45+1 dan di awal babak kedua lewat gol Mehdi Taremi menit 47.
Conceicao yang menggantikan Paulo Fonseca di kursi pelatih yang dipecat sebagai manajer tim dua pekan lalu meskipun menderita sakit dan demam tinggi tetap berada di kursi cadangan pemain dan mampu mengatur strategi jitu untuk membuat Milan comeback.
Diawali gol Theo Hernandez menit 52, Christian Pulisic menyamakan skor 2-2 menit 80 sampai akhinya di injury time menit 93, akselerasi Rafael Leao membuatnya berhasil mengirimkan umpan ke Tammy Abraham untuk mencetak gol penutup sekaligus memastikan kemenangan AC Milan dan gelar juara perdana di tahun 2025.
“Tim ini memiliki karakter, berhasil memenangkan pertandingan melawan dua tim hebat pada akhirnya,” kata Conceicao kepada Mediaset usai pertandingan. “Saat turun minum, pelatih harus mengubah beberapa hal, itulah mengapa mereka membayar saya,” tegasnya.
Para pemain dan staf Milan merayakan kemenangan dengan Conceicao yang tampak emosional saat peluit akhir dibunyikan, namun sang pelatih mengalami cedera dan harus menjalani perawatan di bangku cadangan sebelum bergabung kembali dengan timnya. “Emerson Royal melakukan tekel kartu merah kepada saya,” ujar Conceicao sambil tertawa.
“Saya sangat senang untuk para pemain karena itu tidak mudah, kami hanya memiliki sedikit waktu untuk memperbaiki hal-hal yang penting bagi saya. Pujian adalah milik mereka karena mereka menyerap indikasi saya. Masih ada banyak pekerjaan, namun dengan kerendahan hati, kami dapat melakukannya dengan baik di Champions League dan liga,” paparnya.
“Di akhir pertandingan, para pemain langsung mengatakan kepada saya kalau saya harus menghisap cerutu; mereka tahu saya melakukan ritual ini ketika saya mengangkat sebuah gelar,” ujar Conceicao. “Ini adalah gelar ke-13 saya sebagai pelatih; saya senang dan ini memiliki rasa yang spesial bagi saya,” ucapnya.
"Kami bermain dengan penuh percaya diri, keberanian dan rasa lapar," Tammy Abraham menambahkan. "Kami adalah tim yang kuat," imbuhnya.
Milan akan memainkan pertandingan Serie A pertamanya dibawah asuhan Conceicao dengan menghadapi Cagliari pada hari Sabtu akhir pekan nanti. Rossoneri berada di peringkat delapan dengan hanya tujuh kemenangan dalam 17 pertandingan, namun mereka akan kembali berlaga di liga dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi.
Kemenangan ini menggagalkan Inter untuk meraih trofi Super Cup keempat secara beruntun yang belum pernah terjadi sebelumnya sementara bagi Milan membuat mereka menyamai torehan delapan kemenangan atas Inter di kompetisi ini.
Ini merupakan trofi pertama Milan sejak menjuarai Serie A pada tahun 2022 dan gelar Piala Super kedelapan, namun yang pertama sejak 2016.
Pelatih Inter Simone Inzaghi mengaku sangat kecewa dengan kekalahan ini terlebih mereka sempat unggul lebih dahulu. Meski demikian, Inzaghi meminta Inter bangkit dan mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi lanjutan pertandingan di Serie A.
“Saat unggul 2-1, kami kehilangan bola dengan mudah saat seharusnya kami memegang kendali, kemudian memiliki beberapa peluang untuk unggul 3-1 dan Maignan melakukan penyelamatan gemilang atas tembakan Carlos Augusto dan Dumfries," ungkapnya
“Sayangnya, kami kemudian kebobolan menjadi 2-2 dan kalah. Ini adalah kekalahan yang menyakitkan, namun ada beberapa kekalahan yang menyakitkan selama beberapa tahun ini dan tim selalu bangkit. Kami pulang untuk mengobati luka kami, kami memiliki beberapa cedera baru yang harus kami tangani, namun kami memiliki enam pertandingan dalam 18 hari, jadi kami harus segera kembali ke jalur yang benar,” pungkasnya.
Inter menelan kekalahan untuk ketiga kalinya musim ini di semua kompetisi dan untuk kedua kalinya dari Milan yang memenangkan derby Serie A dengan skor 2-1 pada bulan September. Kekalahan mereka lainnya adalah dari Bayer Leverkusen di ajang Champions League.
"Inter berhenti bermain saat kedudukan 2-0," kata Lautaro. "Anda harus membayarnya dalam pertandingan seperti ini. Kami tahu bahwa senjata terbaik Milan adalah serangan balik mereka," sebut pemain timnas Argentina itu.
Editor: Aspian Nur