Ironis, karena Cooper dipecat setelah kalah dalam adu strategi dengan Enzo Maresca, pelatih Chelsea yang notabene digantikannya di Leicester City sebagai arsitek tim yang mana pelatih asal Italia itu membawa Leicester meraih gelar juara Championship 2023-24 dan promosi kembali ke Premier League.
“Latihan tim utama pria akan diawasi oleh pelatih tim utama Ben Dawson, didukung oleh pelatih Danny Alcock dan Andy Hughes, saat klub memulai proses penunjukan manajer baru, yang kami harapkan dapat diselesaikan sesegera mungkin,” demikian pernyataan manajemen Leicester.
Asisten manajer Alan Tate dan pelatih dan analis tim utama Steve Rands juga telah meninggalkan klub, yang akan menjalani laga tandang ke Brentford pada Sabtu, 30 November.
Kekalahan dari Chelsea merupakan yang keenam bagi Leicester di divisi utama musim ini dan, setelah itu, Cooper mengkritik kinerja wasit Andrew Madley dalam pertandingan tersebut.
“Saya tahu betapa beratnya tantangan musim ini baik di dalam maupun di luar lapangan dan itu terbukti, namun begitulah cara untuk kembali ke liga. Saya yakin kami bisa lebih baik lagi, jadi kami harus tampil lebih baik lagi untuk mendapatkan hasilnya,” ujar Cooper saat itu.
Cooper jadi manajer kedua yang dipecat di Liga Primer musim ini setelah Manchester United berpisah dengan Erik ten Hag Oktober lalu. Mantan kiper Leicester, Mark Schwarzer mengatakan terkejut dengan kepergian Cooper.
“Leicester tidak dikenal sebagai klub yang akan memecat manajer dengan cepat,” kata pria asal Australia itu kepada BBC Radio 5 Live.
“Mereka tidak dikenal sebagai klub yang mudah panik. Kadang-kadang beberapa orang akan mengatakan bahwa mungkin mereka telah mempertahankan beberapa manajer terlalu lama,” ucarpnya.
Cooper mengambil alih di Leicester setelah bertugas di Nottingham Forest yang memecatnya pada Desember 2023. Pelatih berusia 44 tahun itu membimbing Forest untuk promosi ke divisi utama pada tahun 2022 dan setelah mempertahankan mereka di divisi tersebut pada musim berikutnya, ia diberhentikan pada pertengahan musim 2023-24 dengan klub berada di posisi ke-17.
Cooper, yang memandu tim U-17 Inggris meraih kemenangan di Piala Dunia 2017, juga pernah menangani Swansea selama dua tahun, membawa mereka ke final play-off Championship pada 2021 di mana mereka kalah dari Brentford.
Mantan bos Brighton dan Chelsea, Graham Potter digadang jadi pengganti Cooper. Potter, yang diyakini telah melakukan pembicaraan dengan The Foxes sebelum mereka memutuskan untuk memilih Cooper, telah menganggur sejak diberhentikan oleh Chelsea pada April 2023 setelah kurang dari tujuh bulan menangani klub Stamford Bridge.
Mantan bos West Ham, David Moyes dan Ruud van Nistelrooy juga bisa masuk dalam persaingan. Moyes meninggalkan West Ham pada akhir musim lalu, sementara Van Nisterooy - yang mengambil alih sementara Manchester United setelah keluarnya Ten Hag - baru-baru ini meninggalkan klub Old Trafford setelah penunjukan Ruben Amorim.
“Van Nistelrooy mengambil alih dan menahkodai kapal. Tiga kemenangan dan satu hasil imbang selama ia memimpin. David Moyes memiliki karir yang fenomenal dan terkadang diremehkan dan kurang dihargai. Apakah dia akan cocok di Leicester? Hanya mereka yang tahu,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur