Ya, Inggris untuk kedua kalinya secara beruntun tampil lagi di final setelah mengalahkan Belanda dengan skor 2-1 lewat laga yang sebenarnya jauh dari kata seru dimana kedua negara memperlihatkan permainan hati-hati setelah kedudukan 1-1.
De Oranje unggul lebih dulu menit 7 lewat sepakan Xavi Simons menit 7 dan baru bisa disamakan The Three Lions menit 18 dari titik penalty yang dieksekusi Harry Kane setelah sebelumnya kapten Inggris itu dilanggar bek Belanda Denzel Dumfries di area terlarang.
Disaat pertandingan sepertinya akan berlanjut ke tambahan waktu, Ollie Watkins yang masuk menggantikan Harry Kapten menit 81 justru jadi pembeda. Hanya Sembilan menit setelahnya, Watkins mencetak gol penentu kemenangan Inggris ke gawang Belanda yang dikawal Bart Verbruggen.
Skor tak berubah hingga peluit panjang dan Inggris akan bersua Spanyol pada laga final yang dihelat Senin (15/7/2024) dini hari nanti di Stadion Olimpiade Berlin.
Gareth Southgate anak asuhnya tinggal menyisakan satu pertandingan lagi untuk mencatatkan sejarah dan mengakhiri apa yang disebut sebagai "tahun-tahun penuh luka" yang berlangsung selama 58 tahun.
Inggris akan bertanding di final pertama mereka di luar negeri setelah final Piala Dunia 1966 dan final Euro 2020 yang dimainkan di Wembley dimana kala itu mereka berharap bisa mengembalikan sepakbola ke negara sendiri namun kalah lewat adu penalty lawan Italia.
Southgate dan Inggris telah menjadi identik dengan kegagalan di turnamen besar selama delapan tahun masa kepelatihannya, namun mereka telah mendapatkan kesempatan untuk menulis sebuah babak baru dalam sejarah mereka.
Bagi Southgate, sebuah final lainnya adalah pembuktian dalam metode yang telah menjadi sorotan setelah penampilan Inggris yang kurang baik sebelumnya. Kesuksesan di Berlin akan mengubah narasi mengenai masa kepelatihannya untuk selamanya.
"Saya mengambil pekerjaan ini untuk mencoba meningkatkan sepak bola Inggris dan kami sekarang berada di final kedua. Yang terakhir adalah yang pertama dalam lebih dari 50 tahun. Kami sekarang berada di final yang pertama," kata Southgate.
"Kami memberikan malam yang luar biasa kepada orang-orang. Kami telah memberikan para pendukung kami beberapa malam terbaik dalam 50 tahun terakhir. Saya sangat bangga akan hal itu. Saya senang jika semua orang di rumah merasakan apa yang kami rasakan dan apa yang mereka rasakan di stadion. Namun, kami belum selesai," tegasnya.
"Bisa merayakan final kedua adalah hal yang sangat spesial. Jika saya tidak berada di lapangan, saya akan menonton dan merayakannya seperti yang dilakukan oleh para penggemar.
Setelah mengalami kekalahan atas Italia di Wembley tiga tahun lalu, Inggris bertekad untuk tidak pulang dengan tangan hampa kali ini. Gelandang Real Madrid Jude Bellingham mengatakan kepada BBC Radio 5 Live bahwa tim ini hidup untuk bertarung di hari lain saat mereka berusaha untuk menjadi tim pria Inggris pertama sejak 1966 yang memenangkan trofi besar.
"Saya sangat bangga dengan para pemain. Reaksi, sikap dan mentalitas. Kualitas adalah satu hal, tetapi karakteristik tersebut tidak dapat Anda pelajari dalam latihan - Anda mendapatkannya dari pengalaman dan satu sama lain," ujar Bellingham.
"Sekarang tinggal satu pertandingan lagi. Kami lelah, ini adalah musim yang panjang, tetapi merupakan satu dorongan terakhir untuk negara kami dan untuk Sejarah," imbuhnya.
Gelandang Manchester United Kobbie Mainoo, 19 tahun, tampil mengesankan di babak sistem gugur dan menjadi pemain termuda Inggris yang tampil di semifinal turnamen besar. "Ini adalah perasaan yang tak terlukiskan, kami semua bersemangat! Ini merupakan perjalanan yang luar biasa dan kami telah membangun penampilan yang lama," kata Mainoo sementara Pelatih Belanda, Ronald Koeman, merasa lebih bangga daripada terluka meski timnya kalah.
Koeman mengatakan sangat menyedihkan untuk kalah dalam pertandingan dimana ia merasa timnya adalah yang terbaik, tetapi merasa para penggemar Belanda harus optimis tentang masa depan setelah para pemainnya menunjukkan mentalitas menyerang hingga akhir. "Saya kecewa dengan hasil akhir karena ini dimulai dengan baik bagi kami," kata Koeman
"Rasanya kami adalah tim yang lebih baik secara keseluruhan dalam 20 menit terakhir, kami lebih banyak menyerang. Dan tiba-tiba, ada gol hebat itu," tambahnya, merujuk pada gol kemenangan Ollie Watkins di waktu tambahan. "Dan semuanya sudah berakhir... itu sulit untuk diterima," ucapnya lirih.
Koeman mengatakan bahwa ia tidak setuju dengan keputusan untuk memberikan penalti yang membuat Inggris menyamakan kedudukan saat Harry Kane terlihat dijegal di dalam kotak penalty.
Namun pelatih asal Belanda ini mengatakan bahwa timnya masih bisa membalikkan keadaan menjadi lebih baik jika mereka bisa tampil lebih tegas. "Itu adalah pendapat pribadi saya. Kami harus bangga karena kami telah mencapai banyak hal dalam beberapa pekan ini dan tidak ada kritik setelah melihat bagaimana pemain saya berjuang hingga akhir," paparnya.
Koeman mengaku sudah tidak sabar menantikan Piala Dunia 2026 dan percaya Belanda akan mencapainya dengan perpaduan antara pemain muda dan pengalaman yang akan membuat mereka menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan.
"Saya yakin tim kami mampu melakukan lebih banyak hal dan ada juga pemain yang akan bergabung dengan kami di masa depan. Beberapa orang tidak dapat bermain karena tidak fit," sebut mantan bek timnas Belanda dan klub Barcelona ini.
Editor: Aspian Nur