Permainan diteruskan lima menit kemudian. Saat itu Milan unggul via gol Ruben Loftus-Cheek pada menit ke-30. Usai gol itu Maignan pun meninggalkan lapangan diikuti pemain Milan lainnya.
Maignan merupakan pemain pertama yang meminta pertandingan dihentikan sementara karena adanya pelecehan rasis. Setelah meninggalkan lapangan selama sekitar sepuluh menit, Maignan dan rekan-rekan setimnya kembali ke lapangan dengan perasaan marah, begitu juga dengan pemain lainnya.
Banyak pemain Udinese juga pemain Milan yang memeluk dan mencium sang penjaga gawang yang secara sadar memilih untuk mengirimkan sinyal meminta wasit menghentikan pertandingan.
Setelah diyakinkan oleh wasit Maresca, Maignan kembali ke lapangan namun nyanyian terus berlanjut dan kembali Maignan bersama rekan setimnya meninggalkan arena pertandingan.
Laga baru bisa dilanjutkan setelah situasi benar-benar aman dari chant rasis. Udinese menyamakan skor menit 42 lewat sepakan Lazar Samardzic dan kedua tim beranjak ke babak pertama dengan skor 1-1 setelah enam menit tambahan waktu.
Babak kedua, pemain pengganti Florian Thauvin memberi tuan rumah keunggulan di babak kedua menit 62. Luka Jovic mencetak gol penyeimbang untuk tim tamu di menit-menit akhir sampa akhirnya pemain pengganti Noah Okafor memastikan Milan meraih tiga poin di waktu tambahan. Ini jadi kemenangan keenam beruntun AC Milan di Serie A musim ini.
“Tidak ada tempat di permainan kami untuk rasisme: kami kecewa. Kami bersama kamu, Mike,” tulis Milan melalui media sosialnya usai laga.
Anak asuh Pasukan Stefano Pioli menempati posisi ketiga klasemen dengan 45 poin, tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen Inter Milan yang mengemas 51 poin sementara Juventus urutan kedua dengan 49 poin.
Editor: Aspian Nur