Saat itu dalam tayang ulang terlihat Icardi didorong pemain belakang lawan saat hendak menyundul bola dari tendangan sudut. Icardi terlihat “terbang” dan membentur tiang gawang lawan.
“Mereka yang hanya menginginkan keadilan untuk diri mereka sendiri terus memanipulasi sepak bola Turki dari segala lini!” tulis Icardi.
“Ruang VAR dan 26 kamera tidak dapat melihat dan kami merasa malu atas nama mereka. Mereka yang membawa sepak bola Turki ke titik ini akan merasa malu,” tulisnya lagi.
Icardi kemudian mengunggah sebuah foto di Instagram bersama istrinya, Wanda, yang juga menunjukkan mata lebam yang ia rias dengan riasan.
Selain memar mata yang serasi, pasangan ini juga mengenakan piyama yang sama saat mereka mendoakan yang terbaik bagi para pengikutnya selama periode perayaan, dengan judul: 'Selamat Natal untuk semua. Kami ucapkan dari Istanbul, Salam Damai dan banyak cinta.
Fenerbahce menepis klaim tersebut sebagai sesuatu yang memalukan. “Mencoba menciptakan korban melalui pemain yang membentur tiang gawang. Kami menyerahkannya pada kebijaksanaan publik,” ujar manajemen Fenerbahce yang saat ini memimpin klasemen Super Lig Turki.
Edin Dzeko kapten Fenerbahce, membalas unggahan media sosial Mauro Icardi yang menyindirnya. “Icardi membentur tiang gawang dengan kepalanya dan mereka mengunggahnya di Instagram dan menangis karena penalti tersebut... tipikal mereka. Memalukan," ujar pemain berusia 37 tahun ini.
Kontroversi terbaru muncul di Liga Turki setelah wasit Halil Umut Meler ditinju di akhir pertandingan pecan lalu. Mantan presiden Ankaragucu, Faruk Koca, berlari ke lapangan dan menyerang Meler setelah timnya kebobolan gol penyeimbang pada menit ke-97 dalam hasil imbang 1-1 Super Lig dengan Caykur Rizespor di Turki.
Meler meninggalkan rumah sakit pada hari Rabu dengan mata yang bengkak. 'Tidak, saya tidak memaafkan [Koca], saya tidak akan memaafkan,” tegas Meler kepada media Turki.
Editor: Aspian Nur