Diogo Jota mencetak gol pembuka menit 9, digandakan pemain Jepang Wataru Endo menit 30, Darwin Nunez menit 34, Ryan Gravenberch menit 65 dan gol penutup dari Mohamed Salah injury time menit 93 sementara satu gol tim tamu dicetak Thijs Dallinga menit 16.
Kemenangan ini membuat Liverpool mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen Grup E, dengan sembilan poin setelah tiga pertandingan, sementara Toulouse turun ke posisi ketiga, lima poin dari the Reds.
Fokus Liverpool tidak diragukan lagi adalah pada musim mereka di liga, the Reds berjarak tiga poin dari posisi puncak klasemen.
Jurgen Klopp melakukan delapan perubahan dari tim yang mengalahkan Everton di akhir pekan lalu dengan satu mata tertuju pada pertandingan Liga Primer dua hari lagi melawan Nottingham Forest.
Meskipun begitu, tim lapis kedua masih tetap tampil klinis, intens dan jelas berada satu tingkat di atas sang juara Piala Perancis dengan gelandang Endo dan Gravenberch yang tampil impresif.
Ada juga penampilan perdana untuk pemain remaja Luke Chambers dan debut untuk pemain pengganti Callum Scanlon dan James McConnell, sementara Cody Gakpo kembali beraksi setelah absen selama satu bulan, masuk dari bangku cadangan di pertengahan babak kedua.
Darwin Nunez kini mencatatkan rata-rata satu gol atau asis setiap 63 menit di musim ini. Gemuruh terdengar di Anfield ketika Nunez meninggalkan lapangan dengan tepuk tangan meriah. “Dia bermain luar biasa,” kata Klopp tentang Nunez.
“Saya tidak peduli tembakannya membentur tiang gawang karena semua yang terjadi sebelumnya sangat meyakinkan. Dia bermain sangat baik, gol yang dia cetak, turun ke lini tengah, semuanya. Ia berada dalam momen yang bagus,” papar Klopp.
Anfield memberikan penghormatan sebelum pertandingan kepada mantan ketua Everton, Bill Kenwright yang meninggal dunia awal pekan tadi.
Tim Premier League lainnya yaitu Brighton meraih kemenangan pertama yang bersejarah di sepak bola Eropa saat menghadapi Ajax dengan skor 2-0 untuk menjaga harapan mereka mencapai babak sistem gugur Liga Eropa.
The Seagulls menikmati pengalaman pertama mereka di kompetisi sepak bola level ini dan mereka kalah dalam pertandingan pembuka Grup B di kandang AEK Athens sebelum bermain imbang di Marseille. Namun, saat menghadapi tim veteran Eropa, Ajax, mereka menikmati laga yang luar biasa di Amex Stadium, dengan gol-gol dari Joao Pedro dan Ansu Fati yang memastikan kemenangan.
"Kami telah mendapatkan kemenangan pertama di Eropa untuk Brighton," kata manajer Roberto de Zerbi kepada TNT Sports. "Ini adalah hari yang luar biasa bagi para penggemar kami, klub kami, pemilik kami dan kami sangat bangga memberikan mereka kemenangan ini," sebutnya.
Ini adalah momen yang sangat berharga bagi para penggemar Brighton. Pada tahun 1994-95, saat Ajax memenangkan Piala Eropa keempat, Brighton baru saja menyelesaikan musim di kasta ketiga sepak bola Inggris, finis di urutan ke-16.
"Kami memainkan pertandingan yang hebat, kami bermain dengan sangat baik. Kami pantas menang, mungkin dengan lebih banyak gol, tetapi berita yang paling penting adalah kami tidak kebobolan," tegas De Azerbi.
Wakil Inggris yang menelan kekalahan adalah West Ham menelan kekalahan pertama mereka di Liga Eropa 2-1 musim ini dari tuan rumah Olympiakos.
Kostas Fortounis menerobos lini pertahanan West Ham dan mencetak gol dari jarak 25 meter untuk membuka keunggulan. Angelo Ogbonna kemudian membobol gawangnya sendiri sebelum jeda untuk membuat the Irons semakin terpuruk.
Tendangan voli brilian Lucas Paqueta di menit ke-87 datang terlambat dan the Hammers tidak dapat menyelamatkan sesuatu dari pertandingan ini. Anak asuh David Moyes tetap berada di puncak klasemen Grup A meskipun mengalami kekalahan.
West Ham sebelum laga ini menjadi tim Inggris pertama yang mampu meraih 17 pertandingan beruntun di kompetisi Eropa tanpa kekalahan ketika mereka menang di Freiburg pekan lalu.
"Kami mengganti banyak pemain, kami akan menghadapi Premier League dan kami akan menghadapi pertandingan Piala Liga minggu depan dan kami telah memenangkan dua pertandingan pertama di grup, yang memberikan kami keleluasaan untuk melakukan pergantian pemain malam ini," ujar Moyes kepada whufc.com.
"Saya rasa tidak ada yang bisa mengatakan bahwa tim yang kami turunkan bukanlah tim yang bagus dan bukan tim yang mampu meraih kemenangan atau tampil baik. Banyak dari mereka telah menjadi pemain yang sangat baik bagi kami selama bertahun-tahun dan masih demikian," paparnya.
Ini merupakan kekalahan kedua West Ham di fase grup dalam sembilan pertandingan dan mereka akan berusaha untuk kembali ke jalur kemenangan saat menjamu Olympiakos pada tanggal 9 November nanti.
Editor: Aspian Nur