Pada usia 23 tahun dan 96 hari, Haaland merebut penghargaan tersebut dari bintang muda Paris Saint-Germain, yang menyelesaikannya pada usia 23 tahun dan 295 hari.
Rekor tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian rekor yang telah dipecahkan oleh Haaland di kompetisi tertinggi Eropa dalam dua tahun terakhir.
Musim lalu, sang penyerang menjadi pemain termuda yang mencapai 30 gol di Liga Champions dan sekali lagi menyamai rekor Mbappe, sekaligus menjadi yang tercepat dalam pencapaian tersebut. Haaland hanya membutuhkan 25 laga untuk mencapai jumlah tersebut, dengan gol pemecah rekornya datang sebagai bagian dari kemenangan 7-0 atas RB Leipzig di Etihad pada bulan Maret 2022 lalu.
Selama berseragam biru langit, Haaland juga menjadi pemain ketiga dalam sejarah Liga Champions yang mencetak lima gol dalam satu pertandingan. Haaland berada dibelakang Lionel Messi, yang mengukir jumlah yang sama saat berseragam Barcelona dan mantan penyerang Shakhtar Donetsk, Luiz Adriano.
Dengan cara yang sama, Haaland juga memegang rekor sebagai pemain tercepat yang mencapai 20 gol di Liga Champions dalam 14 pertandingan, dalam jumlah penampilan paling sedikit. Pada akhir musim 2022-23, 12 dari 52 gol Haaland tercipta di kompetisi yang sebelumnya ia sebut sebagai favoritnya.
Sebelum laga melawan Young Boys, Haaland mengalami paceklik gol dan membukanya kembali lewat gol dari sepakan penalty menit 67 dan digandakan menit 86. City unggul lebih dulu lewat gol Manuel Akanji menit 48 dan disamakan klub dari Swiss via Meschak Elia menit 52. Kemenangan memastikan tim tamu mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen Grup G dengan 9 poin dan sejatinya sudah menginjakkan satu kaki ke fase knock out, dibayangi RB Leipzig diposisi kedua mengemas 6 poin yang menang dari Red Star 3-1 di laga lain. Young Boys dan Red Star sama-sama mengemas satu angka dari tiga laga.
Sementara klub Premier League lainnya, Newcastle United, mengalami kekalahan pertama dalam kampanye Liga Champions Grup F menghadapi Borussia Dortmund di kendang sendiri yang berhasil mengamankan kemenangan penting pada laga yang diguyur hujan di St James' Park.
Sebelumnya, tim asuhan Eddie Howe memulai kembalinya mereka ke kompetisi elite Eropa dengan cara yang mengesankan dengan hasil imbang melawan AC Milan di San Siro sebelum mengalahkan Paris St-Germain di Tyneside 4-1 dua pekan lalu.
Tim tamu memastikan kemenangan melalui penyelesaian akhir Felix Nmecha menit 45 babak pertama. Tim asuhan Howe memiliki beberapa kesempatan, dengan penjaga gawang Dortmund, Gregor Kobel, menggagalkan tendangan Anthony Gordon dua kali dan melakukan penyelamatan gemilang atas tendangan pemain pengganti, Callum Wilson, setelah turun minum.
Mereka juga nyaris meraih satu poin di menit-menit akhir pertandingan ketika sundulan Wilson membentur mistar gawang dan tendangan Gordon terdefleksi ke sisi gawang dengan beberapa detik tersisa.
Para pemain Newcastle yang basah kuyup terlihat kecewa saat peluit akhir berbunyi, sangat kontras dengan kegembiraan mereka di akhir kemenangan luar biasa 4-1 atas PSG dalam pertandingan kandang terakhir mereka di Liga Champions.
Howe menyalahkan keberuntungan yang kejam dan mengutuk tiang gawang di akhir pertandingan, namun secara keseluruhan Newcastle mendapatkan sebuah pembelajaran.
“Kekalahan ini sebuah kemunduran bagi kami tapi kami tidak boleh panik,” tegas Howe
Newcastle kini memiliki poin yang sama dengan Borussia Dortmund namun berada di peringkat tiga dalam grup, yang membuat pertandingan kedua mereka di Jerman semakin penting.
Editor: Aspian Nur