Ayah Thuram, Lilian Thuram, yang memenangkan Piala Dunia bersama Prancis pada tahun 1998, pernah bermain sebagai pemain bertahan untuk Parma dan Juventus.
Thuram mencetak gol luar biasa untuk menggandakan keunggulan Inter sesaat sebelum turun minum menit 38, setelah ia memiliki andil besar dalam gol pembuka di menit kelima yang dicetak oleh Henrikh Mkhitaryan, yang juga mencetak gol ketiga Inter menit 69 setelah Rafael Leão sempat membawa Milan kembali ke dalam permainan pada menit ke-57 di tengah hujan deras mengguyur San Siro.
Mantan gelandang Milan, Hakan Çalhanoglu, menambahkan gol penalti 11 menit jelang laga usai dan Davide Frattesi menutup laga yang luar biasa bagi Inter pada masa tambahan waktu.
Ini adalah gol kedua Thuram bagi Inter dalam beberapa pertandingan terakhir. Ia juga telah mengoleksi tiga asis dalam empat pertandingan sejak bergabung dengan status bebas transfer dari Borussia Mönchengladbach.
Pelatih Inter, Simone Inzaghi, ditanya apakah Thuram bisa menjadi pemain yang lebih baik dari mantan bintang Nerazzurri, Romelu Lukaku.
"Ini jelas merupakan perbandingan yang hanya bisa dibuktikan oleh waktu," jawab Inzaghi sambil tertawa.
"Saya rasa tidak tepat untuk membicarakan individu. Thuram sangat bagus, dia harus terus seperti ini, dia beradaptasi dengan sangat baik, dia selalu siap, namun tidak tepat untuk membicarakan individu malam ini setelah kami melihat seluruh skuat bekerja dengan sangat baik," tegasnya.
Inter kini menjadi satu-satunya tim yang berhasil memenangkan empat laga pembuka dan Nerazzurri unggul dua poin atas Juventus di puncak klasemen, yang sebelumnya mengalahkan Lazio 3-1. Milan tertinggal tiga poin dari Inter di posisi ketiga klasemen.
Juara bertahan Napoli tertinggal lima poin dari Inter setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk meraih hasil imbang 2-2 di Genoa.
Sementara AC Milan sudah kalah dalam lima derbi terakhirnya dan kekalahan terakhir dari Inter merupakan kekalahan terberat mereka atas rival bebuyutannya tersebut dalam 14 tahun terakhir.
Namun pelatih Rossoneri, Stefano Pioli, mengatakan timnya tidak perlu meminta maaf. "Mengapa kami harus meminta maaf kepada para penggemar? Apakah Anda pikir kami kalah dengan sengaja? Apakah Anda pikir kami ingin kalah dalam derby? Apakah Anda pikir kami ingin kebobolan lima gol dari Inter?" ujar Pioli dengan kesal.
"Kami kecewa. Kami ingin memberikan sesuatu yang lain kepada para penggemar kami, kami tidak berhasil melakukannya. Saya pikir Anda harus meminta maaf ketika Anda melakukan kesalahan, kami telah mencoba melakukan semua yang kami bias," tegasnya
Editor: Aspian Nur