Bersama Southampton dan Leeds United, Leicester City dengan 34 poin harus terdegradasi karena kalah selisih poin dari Everton yang menang 1-0 dari Bournemouth dan mengemas 36 angka.
Kisah dongeng Leicester yang inspiratif saat mereka tujuh tahun lalu, musim 2015/2016 dengan meraih titel juara seolah menjadi debu saat mereka terdegradasi musim 2022/2023 ini.
Sejatinya Jamie Vardy dkk sudah menampilkan permainan mengesankan di hari terakhir di King Power, namun hal itu masih belum cukup. Tidak ada yang membutuhkan radio transistor untuk mengetahui cerita indah Leicester City telah menjadi debu dalam waktu tujuh tahun.
Berita tentang gol Everton disampaikan secara brutal tim West Ham yang bergembira atas kemalangan tim tuan rumah. “Akan tumbang,” nyanyian fans The Hammers tentang Leicester.
Realitas aneh dari pertandingan degradasi modern di hari terakhir juga termasuk para penggemar Leicester yang bersorak secara spontan di beberapa kesempatan di babak kedua, yang mengimplikasikan Everton telah kebobolan, padahal tidak.
“Para penggemar West Ham menggosok hidung kami dengan hal itu. Para pendukung kami melompat-lompat ketika mereka mengira kami telah mencetak gol,” ujar Manajer Leicester Dean Smith dilansir dari dailymail.co.uk Senin (29/5/2023) hari ini.
Beberapa jam sebelum laga, pendukung Leicester berkumpul di patung Vichai Srivaddhanaprabha, 'The Possible Man' yang membangun Leicester menjadi klub raksasa di Premier League.
Satu-satunya momen yang dapat dinikmati oleh Leicester di lag aitu adalah saat Jamie Vardy masuk dari bangku cadangan, satu dari tiga pemain peraih gelar juara yang masih tersisa. Stadion menjadi saksi skuat yang dapat mengangkat kepala mereka tinggi-tinggi tujuh tahun lalu.
Apapun yang terjadi selanjutnya, dia akan menjadi legenda: bagian penting dari sebuah dekade yang luar biasa. Namun, semua yang lain telah menguap. Tidak ada lagi yang bisa disemangati dan diselamatkan dari tim Leicester City karena sudah terjerumus ke zona degradasi bahkan sejak Agustus 2022 lalu.
Editor: Aspian Nur