Kalau di leg pertama mereka sudah unggul 2-0 namun tertahan karena dua gol bunuh diri, pada leg kedua kondisinya lebih memalukan. Tiga gol bersarang ke gawang Red Devils dengan dua diantaranya karena blunder fatal dan melibatkan dua nama, kiper David de Gea juga kapten Harry Maguire.
Ini merupakan perempat final yang sulit dilupakan oleh United oleh manajer Erik ten Hag saat membangun skuatnya untuk musim depan. Diawali dengan kesalahan back pass de Gea ke Maguire, bola direbut lawan dan berakhir dengan tembakan Youssouf En-Nesyri yang menggetarkan jala gawang United.
Gol kedua menit 47 via sundulan Loic Bade yang bolanya tak terjangkau de Gea dan setelahnya, blunder kiper timnas Spanyol itu memastikan gol kedua En-Nesyri menit 81 yang membuat kedudukan 3-0 untuk Sevilla, aggregate 5-2 untuk kelolosan wakil Spanyol.
Anak asuh Ten Hag hanya dapat menyalahkan diri mereka sendiri. Tidak heran jika sang pelatih United sangat marah dalam wawancara setelah pertandingan.
"Ini adalah kesempatan besar, kesempatan besar, untuk memenangkan sesuatu dan kami membuangnya - kami harus menyalahkan diri kami sendiri," kata Ten hag kepada BT Sport usai pertandingan.
"Sudah berlalu, kami tidak bisa mengubahnya. Kami harus menantikan hari Minggu, itulah kesempatan berikutnya. Kami tidak bisa lari dari kenyataan. Pada hari Minggu kami memiliki kesempatan lain dan harus melangkah maju dan menunjukkan lebih banyak karakter dan kepribadian," paparnya.
Tiga hari lagi United akan menghadapi Brighton di Wembley pada semi final Piala FA sebelum mengunjungi Tottenham dalam pertandingan kunci dalam perebutan posisi empat besar Premier League empat hari kemudian.
Mereka telah memenangkan satu trofi musim ini, namun jika mereka mengulangi penampilan mereka di Sevilla pada pertandingan ini, musim mereka bisa berantakan.
Dengan Bruno Fernandes yang terkena skorsing, mereka hampir tidak dapat menciptakan apapun. Marcus Rashford, sang pencetak gol terbanyak musim ini, diturunkan dengan kondisi setengah fit di babak pertama saat ia masih dalam masa pemulihan dari cedera pangkal paha - menunjukkan kurangnya ketajaman lini serang mereka.
Di lini tengah, Casemiro tampil di bawah performa terbaiknya dan mendapat kartu kuning dalam laga melawan Sevilla. Harry Maguire kembali tampil buruk di lini tengah pertahanan, memberikan umpan untuk gol pembuka, sedangkan di sampingnya, Victor Lindelof juga tidak lebih baik.
Tanpa Raphael Varane dan Lisandro Martinez yang juga cedera, United tidak cukup baik di lini belakang dan harus memperkuat lini belakang mereka di musim panas.
"Saya pikir malam ini telah membuat keputusan Ten Hag tentang beberapa pemain ini," kata mantan gelandang United Paul Scholes.
Berdasarkan tabel klasemen, ini merupakan kekalahan yang mengejutkan karena Sevilla berada di peringkat 13 di La Liga setelah mengalami musim yang buruk dan berada di dekat zona degradasi.
Namun, mereka kini tak terkalahkan dalam lima pertandingan di bawah asuhan Jose Luis Mendilibar, pelatih permanen ketiga mereka musim ini dan selalu tampil baik setiap kali mereka berlaga di Europa League.
United belum pernah memenangkan satu pun dari lima pertandingan melawan Sevilla di kompetisi utama Eropa, rekor terbanyak mereka menghadapi klub tanpa kemenangan dalam sejarah Eropa.
Ini juga merupakan musim keenam secara beruntun United tersingkir dari kompetisi Eropa oleh tim asal Spanyol dengan tiga di antaranya terjadi saat menghadapi Sevilla.
Laga ini jadi penampilan terburuk dalam karir De Gea, dengan kontraknya di Old Trafford yang akan berakhir musim panas ini. Sejak awal musim lalu, menurut Opta, tidak ada pemain Premier League yang melakukan lebih banyak kesalahan yang berujung pada gol lawan di semua kompetisi daripada de Gea, dengan lima kesalahan.
Editor: Aspian Nur