Meskipun penampilannya kurang meyakinkan, namun semua juri sepakat memberikan kemenangan angka kepada AJ masing-masing 118-111, 117-111, 117-111.
Kemenangan membuat AJ yang pernah memegang sabuk juara dunia kelas berat dua kali ini langsung menunjuk Tyson Fury sebagai calon lawan berikutnya. “Saya mencoba untuk memberikan yang terbaik bagi para penggemar saya. Saya tahu siapa yang mereka inginkan. Mereka mengatakan Tyson Fury; bola ada di tangannya. Saya akan merasa terhormat untuk bertarung demi gelar juara dunia kelas berat WBC,” tegas AJ.
Pada pertarungan 12 ronde itu, penonton memang terdengar meneriakkan nama Tyson Fury yang tentu saja berharap duel dua petinju dari Inggris itu tercipta. “Jika dia mendengarkan, dia mengenal promotor saya; kami sudah pernah berdialog sebelumnya, jadi mari kita lanjutkan,” tegas AJ yang bernama lengkap Anthony Oluwafemi Olaseni Joshua OBE.
Pertarungan antara Fury dan Joshua telah lama dianggap sebagai pertarungan yang paling diinginkan di kelas berat hanya saja gagal terwujud.
Namun setelah AJ kehilangan sabuknya dari Oleksandr Usyk pada tahun 2021 dan kalah dalam pertarungan ulang pada tahun 2022, prospeknya menjadi lebih tidak mungkin dari sebelumnya, dengan Gipsy King alias Raja Gipsi kemungkinan besar hanya menginginkan pertarungan untuk menyatukan divisi ini.
“AJ akan menginginkan laga terbesar. Ini adalah sebuah langkah mundur dari Oleksandr Usyk, namun ada tekanan yang sangat besa,” ujar Promotor Eddie Hearn mendukung petarungnya ini..
Joshua juga mengakui ia merasa seharusnya ia dapat mengamankan kemenangan melalui rute yang lebih pendek dan melontarkan lebih banyak pukulan. “Saya tidak terlalu senang. Tidak ada KO, jadi tidak bagus. Ini adalah olahraga yang brutal, namun KO adalah segalanya. Saya tidak terlalu senang," tegasnya kepada 5 Live Boxing.
Fury seharusnya bertarung melawan Usyk dalam sebuah laga unifikasi bulan depan, namun pembicaraan gagal setelah adanya ketidaksepakatan finansial.
Hearn sebelumnya mengatakan kepada Sportsmail bahwa telah terjadi pembicaraan mengenai pertarungan Joshua vs Fury pada musim panas ini, meskipun Frank Warren dengan marah membantahnya.
Jika pertarungan benar-benar terjadi antara kedua petinju kelas berat satu negara ini, maka hal tersebut akan menjadi salah satu pertarungan dengan bayaran paling besar yang pernah ada dalam olahraga ini.
Apakah Fury akan menanggapi tantangan ini atau tidak, masih harus dilihat, namun niat Joshua untuk menghadapi petarung terbaik di divisinya menunjukkan bahwa ia masih memiliki ambisi untuk kembali ke puncak.
Editor: Aspian Nur