Baik Leipzig maupun Chelsea sama-sama menderita kekalahan pada matchday pertama Liga Champions yang berlangsung Rabu (7/9/2022) dini hari tadi, dimana wakil Jerman kalah dari Shakhtar Donetsk 1-4 sementara Chelsea kalah tipis 0-1 dari Dinamo Zagreb.
Pemecatan terhadap Tuchel yang paling menyita perhatian, karena sejatinya prestasi pria asal Jerman itu tidak buruk. Tuchel tiba di Stamford Bridge pada tahun 2021 menggantikan Frank Lampard dan berhasil memenangkan Liga Champions musim 2021/2022 dalam enam bulan masa kepelatihannya.
Dia juga membawa Chelsea mencapai final Piala Carabao dan Piala FA, hanya kalah dari Liverpool pada kedua kesempatan tersebut dan musim lalu finis ketiga di Liga Premier. Dalam 50 pertandingan pertamanya, mereka hanya kebobolan 24 gol dan Tuchel dipuji atas dampak yang ia buat.
Tapi Chelsea telah membuat awal yang buruk di Liga Inggris musim ini setelah kalah tiga kali musim ini saat berlaga tandang, menghadapi Southampton, Leeds dan Dinamo Zagreb.
Hubungannya dengan pemain yang buruk, frustrasi atas bisnis transfer dan tidak cocok dengan proyek kepemilikan baru, disinyalir jadi bagian dari alasan pemecatan Tuchel.
Pelatih asal Jerman itu dipecat hanya tiga bulan setelah konsorsium yang dipimpin Todd Boehly secara resmi menyelesaikan pengambilalihan Chelsea dan laga melawan Dinameo merupakan pertandingan ke-100Tuchel bersama Si Biru
Tuchel sempat menjelaskan dia tidak menikmati tanggung jawab ekstra yang diberikan kepadanya di jendela transfer setelah Boehly memberinya lebih banyak kekuatan finansial untuk membeli pemain.
Tidak hanya itu, minat Boehly untuk mengontrak Cristiano Ronaldo memberikan perbedaan pendapat awal karena Tuchel tak menginginkan kehadiran Ronaldo.
Sejatinya Tuchel sudah dibekali uang £ 260 juta, setara dengan Rp4.437 triliun lebih namun nyatanya itu tak membuat Chelsea tampil apik di awal musim ini.
Setelah pemecatannya, nama pengganti Tuchel pun merebak. Manajer Brighton Graham Potter adalah orang yang diinginkan Boehly. Klub bermarkas di Stamford Bridge telah diberikan izin oleh Brighton untuk secara resmi membahas lowongan dengan Potter.
Potter adalah target No 1 Chelsea untuk menggantikan Tuchel dan kalau pembicaraan Chelsea dengan Potter berjalan sesuai rencana, harapannya adalah bos Seagulls saat ini akan ditawari pekerjaan sebagai pelatih kepala baru Chelsea.
Sumber telah mengindikasikan bahwa Potter sepenuhnya terbuka untuk mengambil alih di Stamford Bridge dan mencapai kesepakatan baginya untuk bergabung dengan Chelsea akan mudah.
Potter menetap di Brighton, yang telah memulai musim dengan sangat baik. Namun sumber menyebukan memang ada indikasi Potter memberikan pertimbangan serius untuk meninggalkan Brighton demi bersaing di Liga Champions.
Jika langkah Chelsea untuk Potter gagal terwujud maka Mauricio Pochettino juga dipandang sebagai kandidat kuat. Pochettino adalah agen bebas setelah meninggalkan Paris Saint-Germain awal musim panas ini. Dapat dipahami Pochettino mengetahui minat Chelsea, tetapi kemunculan Potter sebagai opsi pilihan klub membuat pemain Argentina itu menunggu.
Zinedine Zidane juga akan menarik bagi bos Chelsea - tetapi dia ingin mengambil alih posisi Didier Deschamps sebagai manajer Prancis setelah Piala Dunia.
Editor: Aspian Nur