Nyatanya, Nunez jadi super sub bagi Liverpool yang akhirnya menang 3-1 di King Power Stadium, markas klub Leicester City. Liverpool yang berstatus juara FA dan Piala Liga, mencetak gol pembuka lewat Trent Alexander-Arnold menit 21, namun disamakan City yang merengkuh trofi Liga Inggris musim lalu lewat Julian Alvarez menit 70.
Masuknya Darwin Nunez menit 59 mengubah permainan. Diawali pelanggaran terhadap pemain Uruguay itu, Mohamed Salah mencetak gol via penalty membuat Si Merah unggul 2-1 dan sampai akhirnya Nunez memastikan trofi Community Shield dalam genggaman Liverpool lewat golnya injury time menit 94 via sundulan.
Bagaimana dengan Haaland? Peluang 100 persen gol menit 96 dalam tambahan waktu 7 menit itu yang harusnya berbuah gol melayang karena tendangan pemain timnas Norwegia itu di depan gawang terlalu tinggi, hal mana yang membuatnya jadi bahan cibiran terutama bagi fans Liverpool.
Gelar juara membuat trofi Liverpool sangat lengkap di bawah asuhan pelatih Jurgen Klopp. FA Cup, Carabo Cup, Premier League, UEFA Super Cup, Champions League, FIFA Club World Cup dan Community Shield jadi piala yang mereka angkat sejak kehadiran pria asal Jerman itu di Anfield.
Usai pertandingan, Jurgen Klopp memuji debut impian Darwin Nunez yang didatangkan dari Benfica Portugal dengan nilai total Rp1,553 triliun. “Dia bagus, sangat bagus. Jelas dia akan menjadi lebih baik seiring waktu, semua orang dinilai pada pandangan pertama, meski itu tidak membantu siapa pun tetapi itu bisa jadi acuan,” ujar Klopp dilansir dari laman Dailymail.co.uk Minggu (1/8/2022) hari ini.
“Kedua tim tidak dalam kondisi fisik 100 persen seperti biasanya, tetapi dalam beberapa pertandingan pertama kami bahkan tidak mendekati tingkat kebugaran dan setelah gol ketiga semua pun berakhir. Kami bermain sabar dan kami tahu dia bisa melakukan hal terbaik meski diturunkan dari bangku cadangan,” paparnya mengenai permainan Darwin Nunez.
Tidak diragukan lagi bahwa gol tersebut akan mengangkat kepercayaan diri Nunez, sesuatu yang diakui Klopp. “Untuk striker gol itu sangat berarti, bisa diliha dari wajahnya betapa bahagianya dia dan seluruh pemain,” pungkasnya.
Sementara pelatih City Josep Guardiola menilai Erling Haaland masih perlu adaptasi lebih jauh.
Haaland yang mencetak 86 gol dalam 89 pertandingan untuk Borussia Dortmund di Bundesliga Jerman memiliki sentuhan paling sedikit dari pemain mana pun di babak pertama pada pertandingan kemarin, hanya delapan dan layanan yang dia terima selama ini sangat sedikit.
"Dia banyak bertarung dan membuat pergerakan," kata Pep Guardiola. “Bagus baginya untuk melihat realitas negara baru dan liga baru. Dia ada di sana (dengan peluang) tetapi dia tidak mencetak gol tapi hari lain dia akan melakukan itu. Dia akan membantu kami,” ucap Guardiola dengan yakin.
Editor: Aspian Nur