Pemain berlabel bintang di Liga Premier berusia 20 tahun itu ditangkap saat sedang tidur karena dicurigai memperkosa wanita yang sedang berlibur di Mediterania pada Juni 2022 bulan lalu. Enam mobil polisi menyambangi kediaman si pemain.
Kepolisian Inggris sebelumnya menerima laporan dari seorang wanita berusia 20 tahun yang mengaku diperkosa dan dianiaya si pemain dengan bukti foto-foto dirinya yang mengalami memar.
"Pada 4 Juli, tuduhan pemerkosaan terhadap seorang wanita berusia 20-an dilaporkan ke polisi," kata Kepolisian Metropolitan dalam sebuah pernyataan.
Pemain yang disinyalir juga merupakan bagian dari pemain tim nasional juga pemain terbaik di Premier League ditangkap, diborgol dan sempat ditahan kemarin setelah diinterogasi selama 15 jam untuk kemudian dibebaskan namun penyelidikan akan terus berlangsung.
Pemain itu terlihat sudah mulai berlatih dan akan terbang dalam tur pramusim dengan klubnya.
Dalam laporannya, wanita yang jadi korban mengklaim dia diperkosa saat menikmati liburan di bawah sinar matahari bulan lalu. Wanita itu dikabarkan sudah pergi dari resor bintang lima dunia itu dan terbang pulang ke rumah teman dan keluarganya untuk kemudian melapor ke polisi.
Sang pemain sendiri akan tampil di Piala Dunia 2022 di Qatar akhir tahun ini dan informasi dirinya diduga melakukan tindak asusila itu tersebar di grup WhatsApp bintang Liga Premier. Penangkapan itu juga mengirimkan gelombang kejut melalui klub sang pemain.
"Tuduhan itu sangat serius. Bos klub kaget tentang ini. Sang pemain akan menjalani tur pramusim tapi hukum harus diizinkan untuk mengetahui apa yang terjadi selanjutnya. Rekan-rekan pemain benar-benar terkejut tentang hal ini. Ini adalah pukulan bagi klub, tetapi polisi harus melakukan pekerjaan mereka," ujar pihak klub dilansir dari laman Thesun.co.uk hari ini.
"Tuduhan pemerkosaan terhadap seorang wanita berusia 20-an dilaporkan ke polisi. Dilaporkan dugaan pemerkosaan itu terjadi pada Juni lalu. Seorang pria ditangkap di London tempat dia tinggal karena dicurigai melakukan pemerkosaan dan sempat ditahan,” paparnya.
Editor: Aspian Nur