Sebelum pertandingan, suporter Ukraina mengangkat topeng Presiden Volodymyr Zelensky. Ukraina di laga ini lebih dulu unggul 0-2 atas Skotlandia lewat gol Andriy Yarmolenko menit ke-33 dan Roman Yaremchuk di menit ke-49. Skotlandia menipiskan ketinggalan via Callum McGregor pada menit ke-79. Namun Ukraina akhirnya sukses mengunci kemenangan lewat gol Artem Dovbyk di injury time.
Laga playoff ini sempat mengalami penundaan akibat invasi Rusia ke negara tersebut setelah sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 29 Maret lalu. Menghadapi Skotlandia adalah pertandingan kompetitif pertama Ukraina sejak konflik negara mereka dimulai.
Para pemain tim tamu hampir menangis saat turun ke lapangan sebelum menyanyikan lagu kebangsaan mereka. Stadion Hampden Park dibanjiri warna kuning dan biru dimana fans Ukraina memenuhi tribun penonton.
Mereka mengangkat spanduk bertuliskan “Stop War” dan syal “We Stand With Ukraine” yang menguras emosi jelang kick-off. Diantara spanduk itulah terlihat topeng Presiden Zelensky.
Istri bintang Ukraina Oleksandr Zinchenko, Vlada Shcheglova, juga hadir, mengenakan mahkota bunga biru dan kuning dan menjadi presenter televisi Ukraina.
Para pemain Ukraina yang dikapteni pemain West Ham United Andriy Yarmolenko mengenakan warna negara mereka di bahu mereka saat mereka bernyanyi. Fans Skotlandia ikut bersimpati. Mereka bergabung dengan menyanyikan lagu kebangsaan Ukraina di luar Hampden sebelum kick-off.
Lagu tersebut, yang diatur oleh aplikasi pembelajaran bahasa Duolingo, dipimpin oleh penyanyi opera bass-bariton Vasyl Savenko dan duo wanita Ukraina Julia Kogut-Kalynyuk dan Kateryna Trachuk.
Pelatih Ukraina Oleksandr Petrakov mendedikasikan kemenangan ini untuk para tantara atau prajurit heroik yang membela negaranya yang dilanda perang. “Kemenangan ini bukan untuk saya atau tim, tetapi untuk negara kami,” ujar Petrakov.
“Kami bermain untuk orang-orang kami di rumah yang menderita setiap hari, untuk angkatan bersenjata kami yang berada di parit dan rumah sakit, yang berjuang dengan tetes darah terakhir mereka. Semua emosi saya ada di lapangan. Aku lelah dan kosong,” ungkapnya.
Ukraina sekarang harus mengalahkan Wales di Cardiff untuk menyelesaikan dongeng Piala Dunia mereka Minggu (5/6/2022) pekan depan di Millenium Stadium. Satu dari kedua tim itu bakal jadi wakil terakhir Eropa yang lolos ke Qatar November mendatang. Sejauh ini Eropa sudah mengirim 12 negara. bagi Skotlandia, hasil ini membuat mereka gagal mencapai Piala Dunia pertamanya sejak 1998.
Legenda Skotlandia dan Liverpool Graeme Souness yang mengakui ingin Ukraina menang mendesak FIFA untuk menambah tempat di turnamen Qatar untuk Ukraina andai gagal lolos. "FIFA harus mengatakan, tim ini harus pergi ke Piala Dunia. Ukraina harus pergi ke Piala Dunia. Mereka perlu menjaga nama Ukraina di garis depan pikiran semua orang,” paparnya
Editor: Aspian Nur