Dibalik performanya meningkat saat ini, tak banyak yang tahu kalau pria kelahiran Rusia tapi berwargakenegaraan Ukraina itu saat ini sedang merasakan kesedihan. Apalagi kalau bukan terkait perang Rusia-Ukraina yang sudah terjadi selama satu bulan lebih.
Tanggal 24 Februari hari Kamis, pemain dengan tinggi 1,89 meter ini melepas istri Inna Yarmolenko dan dua anaknya, Ivan Yarmolenko dan Danylo Yarmolenko untuk pulang ke Ukraina.
Siapa sangka, setelah bangun tidur keesokan harinya, Yarmolenko melihat siaran televisi dan mengetahui kalau Ukraina sudah diinvasi Rusia, tanda perang sudah dimulai.
Tak pelak, perasaannya berkecamuk, mengingat lambaian tangan anak dan istrinya yang terbang ke Kiev, ibu kota Ukraina, kota yang jadi sasaran utama serangan tentara Rusia, sementara dirinya masih berada di London, Inggris.
Ketakutan pun tiba-tiba menyergap Yarmolenko, kesedihan akan kemungkinan ditinggalkan keluarga dan teman-temannya yang berada dalam bahaya.
“Ketika semuanya dimulai, pada 24 Februari, saya tiba di tempat latihan dan bahkan tidak bisa bicara. Saya menangis, meminta pelatih untuk membiarkan saya pulang dan kemudian bertanya pada diri sendiri apa yang harus saya lakukan selanjutnya?,” kata Yarmolenko yang berbicara untuk pertama kalinya sejak perang dimulai ke saluran YouTube Ukraina Football 1/2/3.
“Saya tidak percaya ini bisa terjadi. Saya mengirim mereka ke Kiev karena anak saya harus menjalani pemeriksaan terjadwal oleh dokter. Bisakah Anda bayangkan seperti apa saya ketika perang ternyata dimulai keesokan paginya? Saya hanya ingin lari dan kepala saya terbentur tembok - betapa bodohnya saya mengirim keluarga saya ke Kiev dan saya duduk di London," papar pemain berposisi penyerang ini.
Manajer Hammers David Moyes juga tidak bisa mengantisipasi kejadian ini dan merasa tidak berdaya dalam upayanya untuk memberikan kenyamanan dan dukungan kepada si pemain dan membiarkan Yarmolenko menghabiskan hampir 24 jam sehari menelepon keluarganya di Kiev.
Syukurlah, istri dan anaknya selamat dari bahaya. “Saat ini, ketika saya berlatih atau ketika saya bermain, ini adalah tempat di mana saya dapat melupakan semua masalah meski hanya beberapa jam,” katanya.
“David Moyes memberi tahu kalau saya dapat memilih apakah akan berlatih atau tidak dan saya harus melakukan semua yang saya bisa untuk memastikan keselamatan keluarga saya. Saya sempat tidak berlatih tapi menyadari saya harus tetap profesional jadi saya kembali ke tempat latihan,” paparnya.
“Saya membaca semua yang ada di berita tentang apa yang terjadi dan kemudian menonton pertandingan sepak bola atau film tapi sejujurnya semua pikiran saya tetap ke keluarga saya dan saya senang karena semua kerabat masih hidup dan sehat,” ucap Yarmolenko.
Yarmolenko sejatinya tak memikirkan timnya merangsek sampai ke posisi empat besar di Liga Inggris, posisi yang bisa membuat West Ham tampil di Liga Champions, karena semua pikirannya untuk keluarganya.
Namun dia tetap bermain professional, dibuktikan dengan kemenangan atas Aston Villa 2-1 dimana Yarmolenko mencetak satu gol dan yang lebih luar biasa, dia mencetak gol di injury time untuk mengalahkan Sevilla pada laga Liga Europa, membuat klub tersebut lolos ke perempat final Eropa untuk pertama kalinya dalam 41 tahun.
Selebrasi golnya kala itu akan dikenang, karena menutup matanya dan melihat ke langit dengan air mata mengalir di wajahnya. “Sekarang saya merasakan cinta dan rasa hormat dari semua penggemar karena mereka melihat bagaimana negara kami berjuang. Mereka mencoba mendukung kami,” paparnya.
Diketahui pada awal bulan Maret ini, serangan udara Rusia menewaskan 47 orang di kota asal Yarmolenko, Chernihiv.
“Masih ada sepupu dan bibi saya disana, berlindung dari serangan bom di ruang bawah tanah, seperti semua orang. Pesan saya adalah tidak semua orang bisa bertarung. Tidak semua orang bisa menembak. Sekarang kita harus saling membantu. Jika kita tidak melakukannya maka tidak ada seorang pun kecuali diri kita sendiri yang akan membantu,” tegas Yarmolenko
“Saya yakin kita pasti tidak akan kalah dari negara manapun, makanya saya berusaha membantu kampung halaman saya,” ujar Yarmolenko.
Untuk saat ini, Yarmolenko berusaha menunjukkan kekuatan dan membela West Ham di lapangan adalah satu-satunya yang bisa dia lakukan.
“Saya melihat semua orang di tribun dengan bendera Ukraina, itu membuat saya termotivasi. Terima kasih Tuhan, saya berhasil mencetak gol penting untuk tim dan menunjukkan seberapa kuat kami apa pun yang terjadi pada kami,” pungkas Yarmolenko.
Editor: Aspian Nur