Nyatanya, spanduk itu memang benar adanya. Real Madrid berhasil mengalahkan PSG pada leg kedua babak 16 Besar Liga Champions Kamis (10/3/2022) dini hari tadi dengan skor 3-1, yang secara keseluruhan Los Blancos menang aggregate 3-2 karena pada leg pertama di Paris kalah 0-1 dari tuan rumah.
Sejatinya tuan rumah tertinggal 0-1 setelah Kylian Mbappe mencetak gol menit 39. Namun kapten Madrid Karim Benzema jadi mimpi buruk bagi sang lawan yang diperkuat Lionel Messi dan Neymar serta sederet nama pemain berlabel timnas dari negara lain tersebut.
Benzema mencetak hattrick hanya dalam waktu 17 menit, yaitu pada menit 61, 76 dan 78. Tiga gol yang membuat banyak orang yakin kalau Benzema lebih layak disebut pemain terbaik dibanding Mbappe dan menempatkan Benzema sebagai pencetak tiga gol tertua dengan usia 34 tahun di ajang ini.
Tiket ke perempatfinal pun berhasil direbut Madrid dari PSG dengan kemenangan 3-2 dari dua laga dan membuat posisi Maurico Pochettino sebagai pelatih Les Parisiens kian terancam.
Pochettino kini menghadapi pemecatan karena kegagalan ini dan nasib serupa sepertinya juga bakal dialami Direktur Olahraga PSG Leonardo. “Hanya ini yang bisa saya tangani,” kata Pochettino usai mereka tersingkir.
“Mengenai masa depan saya di tim, apa saja bisa terjadi. Kami bermain untuk bersaing dan menang. Ini kekalahan yang sulit untuk diterima, tetapi kami harus tetap tenang sekarang,” tegasnya.
Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi menurut laporan reporter televisi Spanyol Monica Marchante sangat marah dengan kegagalan timnya melaju ke 8 Besar. Bahkan ada informasi sang presiden menggedor pintu ruang ganti wasit pasca pertandingan
Kegagalan PSG ini menandai peringatan lima tahun PSG kalah 6-1 dari Barcelona setelah memimpin dari leg pertama 4-0 yang disebut laga Remontada alias membalikan keadaan pada 8 Maret 2017 silam.
Namun tahun ini terasa lebih buruk bagi klub Prancis itu yang menambahkan Lionel Messi ke Kylian Mbappe juga Neymar dalam upaya untuk memenangkan Liga Champions pertama mereka.
“Paris St Germain telah mengejar Liga Champions selama beberapa tahun dan sekarang kembali gagal. Saya sangat kecewa, kesal tetapi hal-hal ini bisa terjadi. Beberapa minggu ke depan tidak akan mudah,” pungkas pria asal Argentina ini.
Sementara itu pelatih Madrid Carlo Ancelotti mengaku keberhasilan timnya lolos adalah sebuah keajaiban.
“Stadion dengan sejarah yang fantastis dan klub dengan sejarah yang fantastis. Ini momen yang tak terlupakan,” ujar Ancelotti. "Pertandingan berubah setelah gol pertama mereka dan atmosfer di stadion adalah kuncinya," tegas pria asal Italia itu.
"Kami membutuhkan kehadiran fans dan ini untuk mereka," kata Benzema usai laga. “Ini pertandingan yang sangat sulit tetapi kami mendorong sampai akhir dan kami pantas menang. Kami kalah di leg pertama, mereka unggul 1-0, tetapi penggemar kami mendorong kami untuk memberikan segalanya dengan benar hingga peluit akhir,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur