Pemain yang kini berseragam Paris Saint-Germain (PSG) itu mendapat surat perintah pengadilan untuk pembongkaran hotel seharga lebih Rp500 miliar lebih tersebut.
Pemain berusia 34 tahun itu seperti diwartakan El Confidencial dilansir dari Dailymirror.co.uk Senin (6/12/2021) hari ini mengklaim hotel bernama MiM Sitges dengan 77 kamar tidur tidak memenuhi standar.
MiM Sitges berada dekat dengan tempat tinggal Messi saat dia bermain di Camp Nou. Pria asal Argentina itu diketahui juga memiliki hotel di Ibiza dan Majorca melalui Majestic Hotel Group dan menghabiskan miliaran rupiah untuk membeli hotel yang berbasis di Barcelona pada tahun 2017 silam.
Laporan dari Spanyol menyatakan Messi membeli hotel itu tanpa menyadari Balai Kota Sitges, kota sekitar 35 kilometer barat daya Barcelona, telah memerintahkan pembongkaran sebagai akibat dari ketidakpatuhan terhadap kode bangunan, antara lain balkon hotel yang terlalu besar sehingga bangunan itu bahkan bisa runtuh sehingga secepatnya harus diruntuhkan.
Selain itu standar keamanan darurat terhadap bahaya kebakaran juga ternyata tak dipenuhi. Messi baru diberitahu tentang perintah pembongkaran ketika seorang wartawan dari surat kabar Spanyol menghampirinya untuk memberikan komentar terkait masalah ini.
Sebelumnya pembangunan hotel yang dibeli Messi sempat dipuji karena 80 persen bahan yang digunakan untuk konstruksi bangunan dapat digunakan kembali atau didaur ulang. Selain itu MiM Sitges memiliki tangki besar yang menampung air limbah dari setiap pancuran yang kemudian disaring untuk digunakan di toilet dan untuk menyiram tanaman.
Messi sendiri saat ini menetap di Paris, setelah secara emosional meninggalkan Barcelona setelah 21 tahun pada Agustus 2021 lalu. Sejak penandatanganan kontrak bersama PSG, penyerang timnas Argentina itu sudah berjuang di lapangan untuk standarnya yang tinggi namun sampai saat ini baru mencetak satu gol di Ligue 1. Hanya saja trofi Ballon d’Or membuktikan Messi tidak tertandingi.
Beberapa penggemar sekarang percaya rekor baru Messi menjadikannya pemain terhebat sepanjang masa. Messi sendiri tampaknya tidak terlalu peduli dengan label itu. "Saya tidak pernah mengatakan saya yang terbaik dalam sejarah dan saya juga tidak mencoba memaksakan persepsi itu sendiri,” kata Messi kepada France Football.
"Bagi saya, dianggap oleh orang lain sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah sudah lebih dari cukup. Itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya bayangkan, sesuatu yang tidak menarik minat saya, tidak mengubah apa pun apakah saya dianggap yang terbaik atau tidak,” tegasnya.
Kemenangan Ballon d'Or terbaru Messi bisa disebut paling kontroversial, mengalahkan Robert Lewandowski dari Bayern Munich. Namun, dengan gaya berkelas, sang pemenang memberikan penghormatan kepada pesaing dekatnya itu yang difavoritkan untuk menang tahun 2020 sebelum penghargaan itu dibatalkan karena pandemi virus corona, dalam pidato penerimaannya.
Editor: Aspian Nur