Laga sudah akan berakhir lima menit sampai akhirnya pemain-pemain Jerman memilih keluar lapangan karena mendengar teriakan bernada rasis dari kubu Honduras yang ditujukan kepada pemain mereka Jordan Torunarigha. Pertandingan sendiri hanya dimainkan selama 2x30 menit tanpa penonton.
Saat itu kedudukan imbang 1-1 dimana Honduras memimpin lebih dulu lewat gol Douglas Martinez menit 21 yang mampu dibalas pemain Jerman Felix Uduokhai menit 84 sampai akhirnya menit 85 pemain Jerman memilih keluar lapangan.
Lewat akun twitter resmi, Jerman mengumumkan keputusan untuk keluar lapangan lebih cepat sebagai bentuk protes terhadap aksi rasis kepada Torunarigha. "Jika salah satu pemain kami dilecehkan secara rasial, itu bukan pilihan bagi kami untuk terus bermain," kata pelatih Jerman Stefan Kuntz.
"Sulit untuk memasukkannya, dia sangat marah karena dia mengatakan dia berulang kali dilecehkan secara rasial," lanjut mantan pemain timnas Jerman ini. “Bagi kami jelas, ini melanggar nilai-nilai, kami tidak bisa mentolerirnya. Kami akan membawa pemain kami sepenuhnya melindungi pemain kami,” tegas Kuntz.
Herta Berlin, klub Torunarigha di Bundesliga Jerman, mendukung keputusan itu. "Setelah situasi sedikit tenang, seluruh tim Honduras mendatangi kami di bangku cadangan dan meminta maaf," kata Kuntz. “Itulah akhir dari masalah kami,” sebutnya.
Kapten Jerman Maximilian Arnold mengatakan tim mendiskusikan masalah ini lebih lanjut tetapi memutuskan untuk tidak melanjutkan laga. "Kami membuat pernyataan yang benar, kami membuat keputusan yang tepat dan bertindak dengan benar. Itu juga keinginan Jordan. Dia mengatakan kami harus berhenti bermain,” kata Arnold.
Federasi sepak bola Honduras membela diri dan mengatakan di Twitter permainan terhenti menit ke-87 karena ada pemain Jerman yang diduga lebih dulu melakukan penghinaan rasis kepada pemain mereka “Situasi terjadi karena kesalahpahaman di lapangan,” sebut mereka.
Torunarigha yang berusia 23 tahun, merupakan putra dari mantan pemain asal Nigeria, Ojokojo Torunarigha dan sudah pernah menghadapi pelecehan rasis sebelumnya. Torunarigha menjadi sasaran nyanyian monyet oleh beberapa penggemar Schalke dalam pertandingan Piala Jerman pada 4 Februari 2020 silam yang membuat Schalke kena denda akibat ulah pendukungnya.
Penulis/Editor: Aspian Nur