Tuan rumah mencetak gol lebih dulu menit 24 lewat sundulan Marcelo Martins. Tim tamu menyamakan skor menjadi 1-1 jelang turun minum. Niat Jose Carrasco untuk membuang bola, malah membentur kaki Lautaro Martinez. Bola meluncur masuk gawang melewati kepala kiper Carlos Lampe. Argentina akhirnya mendapat gol kedua di menit ke-80 lewat Joaquin Correa yang bertahan sampai bubaran. Argentina sementara memuncaki klasemen dengan enam poin hasil dua kemenangan. Pasukan Lionel Scaloni sebelumnya menang atas Ekuador 1-0. Sedangkan Bolivia yang menelan dua kekalahan terpuruk di dasar klasemen. Selanjutnya, Lionel Messi dkk akan menghadapi Peru dan Paraguay pada bulan November.
Di laga lain, Uruguay tumbang di markas Ekuador . Luis Suarez dkk menyerah 2-4 di Estadio de Liga Deportiva Universitaria. Gol untuk tim tuan rumah tercipta di menit ke-15 lewat Moises Caicedo, digandakan Michael Estrada menit akhir babak pertama. Skor 2-0 untuk keunggulan Ekuador bertahan hingga memasuki waktu istirahat. Dibabak kedua, Ekuador mencetak gol ketiganya menit ke-52 kembali lewat sepakan Estrada.Gonzalo Plata membawa Ekuador menjauh 4-0 di menit ke-75. Tim tamu memperkecil kedudukan menjadi 1-4 lewat dua kali sepakan 12 pas Luis Suarez ke-85 dan menit akhir. Pertandingan tuntas dengan skor 4-2 untuk kemenangan Ekuador. Kemenangan ini membuat Ekuador naik ke posisi keempat klasemen sementara Zona CONMEBOL dengan tiga poin dari dua laga, sementara Uruguay berada di bawahnya dengan poin yang sama.
Laga penutup Zona CONMEBOL hari ini ini digelar antara Peru kontra Brasil dimana tim tamu menang 2-4 di Estadio Nacional. Tuan rumah mencetak gol cepat menit keenam lewat Andre Carrillo. dengan sepakan voli. Brasil mendapat hadiah penalti di menit ke-28 setelah Neymar dilanggar oleh Yoshimar Yotun. Bintang Paris Saint-Germain itu maju sebagai eksekutor dan berhasil merobek gawang Peru. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Peru tertekan di babak kedua. Brasil dengan gencar melancarkan serangan dari berbagai sisi, namun mereka kecolongan di menit ke-59 leawt tembakan Renato Tapia. Brasil menyamakan skor 2-2 menit ke-64 lewat Richarlison. Neymar benar-benar membuat Peru menjadi sial. Striker 28 tahun itu dilanggar di kotak penalti saat ingin menyambut umpan silang. Wasit Julio Bascunan Gonzalez menunjuk titik putih dan eksekusi penalti kedua Neymar membawa Brasil balik memimpin 2-3 di menit ke-83. Peru harus bermain dengan 10 orang di menit ke-89. Carlos Zambrano diganjar kartu merah langsung setelah menyikut Richarlison. Wasit sempat memberi kartu kuning, namun diubah menjadi kartu merah berdasarkan VAR. Neymar melesakkan hat-trick di injury time. Gol tersebut sekaligus membawa Brasil menang 4-2
Tiga gol yang dicetaknya membuat Neymar melewati torehan gol Ronaldo de Lima dalam daftar pencetak gol terbanyak di timnas Brasil. Neymar sudah mencetak 64 gol bersama timnas Brasil. Ia unggul dua gol atas Sang Fenomena Ronaldo yang kini turun ke posisi ketiga dengan 62 gol. Neymar kini hanya kalah dari Pele. Legenda hidup timnas Brasil itu masih memegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan koleksi 77 gol. Neymar hanya butuh 18 gol lagi untuk melewati rekor Pele. Peluang Neymar untuk menggeser Pele terbuka lebar karena ia baru berusia 28 tahun. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini dirangkum korankaltim.com dari berbagai sumber hari Rabu 14 Oktober 2020.