Puluhan siswa berkebutuhan khusus tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari pembelajaran pendidikan agama Islam tersebut.
Dengan mengenakan pakaian ihram, para siswa yang didampingi langsung oleh guru-guru mereka mengikuti simulasi pelaksanaan ibadah haji mulai dari niat, tawaf, sa’i hingga tahapan lainnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif dan menyenangkan, sehingga para peserta dapat memahami makna ibadah haji sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Kepala SLB Negeri 1 Tenggarong, Erni Sulistyaningsih, mengaku bangga melihat semangat dan antusiasme anak-anak dalam mengikuti manasik haji.
“Saya sangat bangga dengan anak-anak kami. Mereka mampu mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan baik dan penuh semangat. Kegiatan ini bukan hanya mengenalkan tata cara ibadah haji, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, serta meningkatkan rasa percaya diri peserta didik,” katanya kepada Korankaltim.com disela-sela kegiatan.
Menurut Erni, kegiatan manasik haji menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua dan wali murid yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan lancar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua dan wali murid atas dukungan, kerja sama, serta kepercayaan yang diberikan kepada sekolah. Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari peran dan dukungan mereka. Semoga sinergi yang baik antara sekolah dan keluarga terus terjalin demi perkembangan anak-anak kita,” katanya.
Melalui kegiatan manasik haji ini, SLBN 1 Tenggarong berharap dapat menanamkan nilai-nilai keislaman, memperkuat karakter peserta didik, serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih pengalaman berharga dalam kehidupan mereka.
Sementara itu, salah satu wali murid, Nada Aulia, mengaku merasa senang sekaligus terharu melihat putra-putri mereka dapat mengikuti kegiatan manasik haji dengan penuh keceriaan.
“Saya sangat senang dan terharu melihat anak-anak bisa mengikuti kegiatan ini. Mereka terlihat bahagia dan bersemangat. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman berharga sekaligus menambah pengetahuan agama bagi anak-anak. Terima kasih kepada pihak sekolah dan para guru yang telah membimbing mereka dengan penuh kesabaran,” tuturnya.
Editor: Erwin