Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan Bus Pelajar Disabilitas kepada SLB Negeri Tenggarong oleh Aulia Rahman Basri, Jumat (22/5/2026).
Bantuan kendaraan operasional itu menjadi simbol kepedulian Pemerintah Kabupaten Kukar terhadap kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus, khususnya dalam menunjang mobilitas belajar, kegiatan pembinaan, hingga pengembangan bakat dan kreativitas siswa.
Orang nomor satu Kukar ini menegaskan bahwa seluruh anak di Kukar memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas tanpa adanya perbedaan.
“Anak-anak yang berada di sekolah merupakan putra-putri terbaik daerah yang harus kita dukung bersama. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan,” kata Aulia dikonfirmasi Korankaltim.com, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap pendidikan tidak boleh berhenti pada pembangunan infrastruktur semata, melainkan juga harus menyentuh kelompok rentan dan anak berkebutuhan khusus agar mereka memperoleh kesempatan yang setara dalam pembangunan daerah.
Aulia menyebut, meskipun kewenangan pengelolaan pendidikan luar biasa berada di bawah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kukar tetap mengambil bagian dalam mendukung kebutuhan operasional sekolah demi memastikan proses pembelajaran berjalan optimal.
Ia menilai pendidikan inklusif menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan berdaya saing di masa mendatang. Karena itu, Pemkab Kukar akan terus menghadirkan dukungan nyata bagi sekolah-sekolah luar biasa di wilayahnya.
“Pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan. Mereka tetap memiliki hak yang sama untuk mempersiapkan masa depan dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Kehadiran bus pelajar disabilitas tersebut diharapkan mampu membantu mobilitas siswa dan guru, terutama saat mengikuti berbagai kegiatan di luar sekolah seperti perlombaan, pentas seni, maupun agenda pembinaan lainnya.
Selain memberikan kemudahan transportasi, kendaraan operasional itu juga diharapkan mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi para siswa dalam menjalani aktivitas pendidikan sehari-hari.
“Kami berharap kendaraan ini benar-benar bermanfaat untuk mendukung seluruh aktivitas anak-anak di SLB, baik kegiatan belajar maupun kegiatan pengembangan bakat dan kreativitas mereka,” pungkasnya.
Editor: Erwin