Proyek ini menjadi langkah nyata pemkot dalam meningkatkan sarana pendidikan dari bangunan kayu yang tidak representatif menjadi gedung permanen yang modern.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda Amelia Indah Larasati mengatakan, rehabilitasi total SDN 012 Samarinda Seberang rampung dikerjakan setelah melalui proses pembangunan selama 163 hari kerja pada tahun anggaran 2025.
Sekolah yang sebelumnya didominasi bangunan kayu tersebut kini berdiri dengan gedung permanen yang dilengkapi 18 ruang kelas baru (RKB) dan menelan anggaran hampir Rp17 miliar.
Proses pengerjaan sempat melalui beberapa tahapan penyesuaian dan tinjauan teknis hingga akhir tahun anggaran sebelum akhirnya seluruh bangunan dapat diselesaikan.
Meski secara umum pembangunan telah rampung, masih terdapat beberapa bagian yang akan disempurnakan, salah satunya pagar belakang sekolah yang mengalami sedikit kemiringan. Perbaikan tersebut telah dianggarkan kembali pada 2026 agar penyelesaiannya bisa dilakukan secara menyeluruh.
“Untuk pagar belakang memang ada sedikit miring, dan itu sudah dianggarkan tahun ini,” kata Amelia pada Kamis, (21/5/2026).
Sementara untuk musala sekolah, kondisi strukturnya masih cukup baik sehingga belum memerlukan rehabilitasi besar. Pembenahan hanya difokuskan pada pengecatan agar tampilan bangunan lebih seragam dengan gedung sekolah baru.
“Nanti kemungkinan pengecatan menggunakan BOSNAS (Bantuan Operasional Sekolah Nasional) agar warnanya seragam,” tandasnya.
Editor: Erwin