Kegiatan tersebut menjadi ajang pengembangan minat dan bakat siswa di bidang seni dan budaya.
Kepala Seksi Sekolah Dasar Disdikbud Mahulu, Cecilia Erika Marthina mengatakan pelaksanaan FLS2N tahun ini menjadi pengalaman perdana karena sebelumnya kegiatan serupa belum pernah dilaksanakan secara luring di tingkat kabupaten.
Menurutnya, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan masih terbatas karena pelaksanaan pendaftaran bersamaan dengan agenda Tes Kompetensi Akademik di sekolah.
“Ini kegiatan Festival Seni dan Sastra Siswa Nasional jenjang SD se-Kabupaten Mahakam Ulu dan untuk pertama kalinya kami melaksanakan secara tatap muka,” kata Cecilia, saat ditemui Korankaltim.com.
Ia menjelaskan, seluruh sekolah dasar di Mahulu sebenarnya telah diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Namun dari total 38 sekolah yang diundang, baru empat sekolah yang mengirimkan kontingen.
Sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut yakni SDN 002 Tiong Ohang, SDN 001 Long Pahangai, SDN 003 Long Tuyoq, dan SDN 002 Ujoh Bilang.
Meski demikian, Disdikbud Mahulu menilai pelaksanaan perdana ini menjadi langkah awal penting dalam pengembangan kreativitas siswa di bidang seni dan sastra.
“Nanti juara satu pada kegiatan ini akan mewakili Kabupaten Mahakam Ulu mengikuti event di tingkat provinsi,” ujarnya.
Cecilia mengatakan tujuan utama pelaksanaan FLS2N bukan hanya mencari juara, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi non-akademik yang selama ini belum banyak tereksplorasi.
Menurutnya, selama ini banyak pihak masih memandang kecerdasan anak hanya dari kemampuan akademik seperti matematika dan bahasa Indonesia, padahal setiap anak memiliki potensi dan bakat yang berbeda.
“Melalui kegiatan ini diharapkan guru-guru bisa mengeksplor minat dan bakat masing-masing siswa. Bisa saja anak memiliki kelemahan di pelajaran tertentu, tetapi ternyata memiliki kelebihan di bidang seni dan budaya,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pelestarian budaya daerah melalui penampilan tarian tradisional, lagu daerah, dan berbagai bentuk seni budaya lainnya.
Disdikbud Mahulu berharap pelaksanaan FLS2N perdana ini dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain agar ikut berpartisipasi pada pelaksanaan tahun berikutnya.
“Harapannya tahun depan semua sekolah dapat mengikutkan kontingennya mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional ini,” pungkasnya.
Editor: Erwin