“Yang membuat akun sebenarnya ada tujuh orang. Tetapi yang melanjutkan sampai proses akhir dan resmi terdaftar ada lima bakal calon,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Rabu (13/5/2026).
Saat ini, panitia masih melakukan tahap verifikasi administrasi terhadap seluruh dokumen pendaftar. Hasil verifikasi tersebut nantinya akan diserahkan kepada senat universitas untuk menentukan calon yang dinyatakan lolos ke tahap penyaringan.
Menurut Mustofa, tahapan penyaringan menjadi fase krusial karena hanya tiga kandidat yang akan bertahan untuk masuk ke pemilihan rektor. Kandidat dengan dukungan suara terendah dipastikan gugur dalam proses tersebut.
“Dari lima nama itu nanti akan dipilih tiga calon yang masuk ke tahap pemilihan rektor,” katanya.
Ia menjelaskan pemilihan rektor kali ini juga menggunakan mekanisme yang lebih ketat dibanding periode sebelumnya. Salah satu perubahan utama ialah seluruh panitia pemilihan tidak lagi boleh berasal dari anggota senat universitas.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk menghindari potensi konflik kepentingan antara penyelenggara dan pemilik hak suara dalam pemilihan.
“Sekarang panitia seluruhnya dari luar anggota senat, jadi mereka tidak memiliki hak memilih,” jelasnya.
Selain itu, proses pendaftaran juga dilakukan sepenuhnya secara digital. Para bakal calon diwajibkan mengunggah seluruh dokumen melalui sistem elektronik sebelum menyerahkan berkas fisik untuk verifikasi.
Meski proses seleksi mulai berjalan, panitia masih menutup rapat identitas lima kandidat tersebut. Nama-nama bakal calon baru akan diumumkan setelah penetapan resmi oleh senat universitas pada akhir Mei.
Sementara itu, Abdunnur dipastikan kembali maju dalam kontestasi karena masih memenuhi syarat untuk menjabat satu periode berikutnya. Masa jabatan rektor saat ini sendiri akan berakhir pada 27 Oktober 2026.
Editor: Erwin