Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan penguatan teknis digitalisasi SPMB yang digelar tiga hari mulai Senin (11/5/2026) hari ini sampai Rabu (13/5/2026) lusa.
Sekretaris Disdikbud Mahulu Bungai mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih modern, akurat dan terintegrasi.
“Ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam melakukan transformasi digital SPMB SD di Kabupaten Mahakam Ulu sesuai dengan tema yang kita usung yaitu sinergi operator dan kepala sekolah dalam mewujudkan layanan yang akurat dan terintegrasi,” ujar Bungai, saat menyampaikan laporan kegiatan di BPU Ujoh Bilang hari ini.
Digitalisasi dalam dunia pendidikan bukan sekadar penggunaan aplikasi berbasis teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan budaya kerja di lingkungan pendidikan.
Karena itu kolaborasi antara kepala sekolah dan operator dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan sistem penerimaan murid baru berjalan dengan baik dan akurat.
“Tema ini mencerminkan komitmen kita bersama bahwa digitalisasi bukan sekadar penggunaan aplikasi, melainkan sebuah perubahan budaya kerja, khususnya di bidang pendidikan,” sebut Bungai lagi.
Keakuratan data dalam sistem digital hanya dapat tercapai apabila terdapat sinergi yang baik antara kebijakan manajerial kepala sekolah dan ketelitian teknis operator di lapangan.
Selain itu transformasi digital juga dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di Mahulu, terutama dalam proses administrasi penerimaan peserta didik baru agar lebih tertib, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 76 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan operator SD se-Kabupaten Mahulu. Setiap sekolah mengirimkan dua peserta, yakni kepala sekolah dan operator sekolah.
Selanjutnya direncanakan kegiatan serupa dilaksanakan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam waktu mendatang sebagai bagian dari penguatan sistem pendidikan berbasis digital di Mahulu.
“Ini semuanya kepala sekolah dan operator sekolah dasar, belum lagi nanti direncanakan untuk tingkat SMP,” sebut Bungai.
Dalam kegiatan itu, Disdikbud Mahulu juga menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur beserta tim guna memberikan penguatan teknis dan standarisasi sistem digital pendidikan.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan sistem penerimaan murid baru yang diterapkan memiliki data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi. “Tujuannya memastikan sistem kita akurat secara data dan akuntabel,” paparnya.
Melalui transformasi digital tersebut masyarakat khususnya orangtua pelajar diharapkan tidak lagi mengalami kendala dalam proses pendaftaran sekolah. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, proses penerimaan peserta didik baru diharapkan berjalan lebih cepat, tertib, dan transparan.
Selain itu, digitalisasi layanan pendidikan juga diharapkan mampu memperluas akses pendidikan yang lebih merata dan inklusif hingga ke wilayah kampung dan daerah terpencil di Mahulu. “Kami ingin memastikan bahwa akses pendidikan di Bumi Mahakam Ulu ini semakin merata dan inklusif bagi semua,” tutup Bungai.
Editor: Aspian Nur