Peristiwa ini menjadi sorotan setelah muncul dugaan kondisi kesehatan almarhum dipengaruhi oleh penggunaan sepatu yang tidak sesuai ukuran, sekaligus menyingkap tabir keterbatasan ekonomi keluarga.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun merespons kejadian tersebut dengan menekankan pentingnya peningkatan pengawasan terhadap kondisi siswa di lingkungan sekolah. Ia meminta agar aspek kemanusiaan dan kesejahteraan pelajar menjadi prioritas utama.
“Kami sudah memberikan arahan kepada Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) untuk memberikan atensi yang lebih serius,” kata Andi Harun.
Pemkot Samarinda akan mengambil tanggung jawab penuh selama persoalan tersebut berada dalam lingkup kewenangan daerah.
Sebagai langkah preventif, ia menginstruksikan Disdikbud hingga seluruh kepala sekolah di Kota Tepian untuk lebih proaktif melaporkan kondisi siswa, terutama mereka yang membutuhkan bantuan khusus.
“Kepala sekolah harus proaktif melaporkan keadaan siswanya, pada titik mana siswa-siswa yang memang memerlukan kepedulian khusus,” tegasnya.
Peristiwa memilukan ini turut mendapat perhatian dari Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Pemkot Samarinda menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat dalam mengawal kasus ini.
Meski demikian, Andi Harun menilai kejadian serupa semestinya dapat dimitigasi lebih dini di tingkat lokal tanpa harus menjadi isu nasional.
Efektivitas komunikasi antara pihak sekolah, dinas terkait, hingga pimpinan daerah merupakan kunci utama dalam mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Hal seperti ini seharusnya bisa ditanggulangi. Jika komunikasi tidak berjalan efektif, pimpinan daerah tidak akan tahu atau kurang mendapat asupan informasi riil yang ada di lapangan,” jelasnya.
Pemkot Samarinda berharap peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bersama agar sistem pengawasan dan kepedulian terhadap kondisi siswa dapat diperkuat. Sebab, salah satu pilar penting dalam proses pelayanan publik adalah keterbukaan informasi dari institusi kepada pimpinan di tingkat perangkat daerah teknis hingga kepala daerah.
Ia pun berharap tidak ada lagi duka serupa yang menyelimuti dunia pendidikan di masa depan.
“Kami berdoa dan berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi pada masa yang akan datang,” pungkasnya.
Editor: Erwin