Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin menegaskan pentingnya deteksi dini kondisi siswa oleh pihak sekolah.
Menurutnya, secara medis kemungkinan infeksi memang bisa terjadi. Namun, ia menilai persoalan utama terletak pada kurangnya komunikasi antara siswa, orang tua dan sekolah.
“Kalau disebut meninggal karena sepatu, itu sebenarnya karena infeksi. Tapi mestinya kondisi seperti ini bisa diketahui lebih awal,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (3/5/2026).
Armin menjelaskan, pemerintah telah menyediakan berbagai skema bantuan pendidikan, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), dana BOS nasional, hingga BOS daerah. Dengan adanya program tersebut, kebutuhan dasar siswa semestinya dapat terpenuhi.
“Kalau hanya satu atau dua anak yang mengalami kesulitan, harusnya bisa dibantu. Jangan sampai ada anak tidak sekolah hanya karena sepatu atau seragam,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif sekolah dalam memahami kondisi peserta didik. Guru, khususnya wali kelas dan guru bimbingan konseling (BK), diminta lebih peka terhadap situasi sosial dan ekonomi siswa.
“Sekolah harus tahu kondisi anaknya. Itu sudah menjadi tugas guru BK dan wali kelas untuk memastikan tidak ada siswa yang terabaikan,” katanya.
Selain itu, Armin mendorong agar sekolah menjadi ruang yang nyaman bagi siswa untuk menyampaikan persoalan. Ia berharap siswa tidak ragu untuk berkomunikasi jika mengalami kesulitan.
“Sekolah harus menjadi rumah kedua. Anak harus merasa aman dan nyaman untuk bercerita,” ujarnya.
Ia bahkan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung kebutuhan mendesak terkait pendidikan. Menurutnya, pemerintah siap membantu jika ada komunikasi yang baik.
Kasus ini, lanjutnya, menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh satuan pendidikan di Kalimantan Timur. Ia meminta sekolah lebih proaktif dalam memantau kondisi siswa agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ke depan, semua sekolah harus benar-benar mencari tahu kondisi anak didiknya. Jangan sampai ada yang terlewat,” pungkasnya.
Editor: Erwin